Semua orang pasti membutuhkan tidur. Karena tidur merupakan aktivitas yang biasa dilakukan manusia untuk mengistirahatkan badan setelah menjalani aktivitas sehari hari. begitu juga Rasulullah karena Rasulullah adalah suri tauladan yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. mulai dari bangun tidur, cara bergaul, berdakwah, cara beliau memimpin, semua sampai tidur kembali.
Sebagai umat Rasulullah, sudah seharusnya kita mengikuti sunah beliau termasuk rutinitas atau cara tidur ala Rasulullah yang ternyata baik untuk kesehatan. Yuk kita simak
Tidur Miring ke Kanan
beliau selalu memastikan tidurnya selalu miring ke kanan sebagaimana Rasulullah bersabda
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Secara medis, posisi ini dapat merelaksasi jantung karena posisi jantung berada di sebelah kiri sehingga jantung tidak dalam posisi tertekan. posisi ini juga membuat anatomi lambung melengkung ke arah kanan bawah yang berguna untuk membantu organ lambung dan pankreas bekerja dengan lancar tanpa risiko refluks asam lambung. Tak lupa Paru-paru sebelah kiri lebih kecil dibandingkan paru-paru kanan. Miring ke kanan membuat kerja jantung dan paru-paru lebih ringan selama istirahat.
Tidur tanpa Cahaya lampu
Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadis riwayat Imam Bukhari, “Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.”(HR. Bukhari)
Riset membuktikan bahwa tidur dalam kondisi gelap memicu otak memproduksi hormon melatonin secara maksimal, yang berperan penting untuk regenerasi sel tubuh, mencegah kanker, dan menjaga kesehatan.
Menempelkan Tangan Kanan di Bawah Pipi Kanan
Meletakkan tangan di pipi kanan sebelum tidur termasuk salah satu sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Sebab, ini adalah salah satu kebiasaan Rasulullah SAW. Anjuran ini bisa kita temukan di dalam salah satu hadits yang disampaikan oleh Al bara’ bin ‘Azid Ra berikut ini:
“Biasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya.” (HR Ahmad)
Tidak hanya itu, anjuran meletakkan tangan di pipi sebelum tidur juga diperkuat dengan hadits yang disampaikan oleh Hudzaifah berikut ini:
“Biasanya Nabi SAW jika hendak tidur pada malam hari meletakkan tangannya di bawah pipinya.” (HR Bukhari)
Karena anjuran ini berasal dari hadits yang shahih, sebaiknya kita mengikuti sunnah tersebut. Tujuannya adalah mendapatkan berkah dan meneladani kebiasaan Rasulullah Saw selama hidup.
Menghindari Posisi Tengkurap
Rasulullah SAW melarang tidur dengan posisi tengkurap. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah,
“Bapakku menceritakan kepadaku bahwa ketika aku tidur di masjid di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata, ‘Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai oleh Allah.’ Bapakku berkata, ‘Setelah aku melihat ternyata beliau adalah Rasulullah saw.” (HR. Thabrani).
Dari sudut pandang medis, tidur tengkurap menyulitkan pernapasan karena menekan rongga dada dan diafragma, serta dapat menyebabkan nyeri pada tulang punggung dan leher.
Tidak Banyak Bergadang
Waktu terbaik untuk tidur adalah setelah waktu isya. Orang-orang seperti kita ini; pekerja, mahasiswa, dan kalangan yang lain, yang hidup di zaman ini tentu cukup sulit untuk mengikuti jam tidur Rasulullah. Akan tetapi, dalam Islam juga dianjurkan jika kita sudah selesai dengan urusan yang lain, maka segeralah menyelesaikan urusan lainnya. Dan Rasulullah juga bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Bahwasanya Rasulullah saw membenci tidur malam sebelum (salat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).








