Setiap manusia pasti pernah merasakan sakit. Dalam pandangan islam, sakit bukanlah rasa nyeri atau kelemahan fisik semata, tetapi juga bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah mengajarkan bahwa sakit yang di derita seorang muslim dapat menggugurkan dosa, meningkatkan derajat, bahkan sebuah peluang pahala yang besar apabila dihadapi dengan kesabaran.
Sakit dapat Menggugurkan Dosa
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang muslim yang menderita sakit atau yang lain, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan dedaunannya.” (HR. Bukhari, Hadits No.5228)
Sakit dapat membersihkan diri dari dosa-dosa seorang muslim.
Sabar adalah Cahaya
Rasulullah SAW bersabda:
“Sabar adalah cahaya.” (HR. Ahmad, Hadits No.21828)
seseorang yang sakit apabila mereka bersabar, maka sabar akan menjadi cahaya yang menuntun kita dekat kepada Allah
Bersyukur dalam Keadaan Sakit
Rasulullah SAW bersabda:
“Perkara seorang mukmin sangat mengagumkan. Segala apa yang terjadi, itu yang terbaik untuknya. Dan hal itu tidak akan pernah didapatkan oleh seorangpun kecuali pada diri seorang mukmin. Bilamana ia mendapatkan kenikmatan, senantiasa ia bersyukur, dan itu baik untuknya. Bilamana ia tertimpa musibah, senantiasa ia bersabar dan itu juga baik untuknya.” (HR. Muslim, Hadits No.5318)
Dalam sakit, ia tetap bisa bersyukur karena ada pahala besar yang menantinya.
Doa Orang Sakit Mustajab
Rasulullah SAW bersabda:
“Jika kamu mengunjungi orang sakit maka mintalah agar ia mendoakanmu. Sebab doanya seperti doa para malaikat.” (HR. Ibnu Majah Hadits No.1431)
salah satu kekhususan orang yang sakit adalah doanya cepat dikabulkan Allah SWT.
Ganjaran pahala orang yang bersabar dalam sakit
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan”. (QS. Az-Zumar: 10)
orang yang sabar akan mendapatkan pahala berlipat ganda. terlebih terhadap sabar ketika sakit.
Sakit sebagai Tanda Kasih Sayang Allah
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia; dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hamba-Nya, Allah akan menangguhkan adzab baginya akibat dosanya (di dunia), sehingga Allah akan membalasnya pada hari Kiamat kelak.”(HR.Tirmidzi, Hadits No.2319)
sakit bukan berarti Allah murka, justru tanda Allah sedang membersihkan dan mengangkat derajat hamba-Nya.
Ketika Rasulullah Menyikapi Sakit
dari ‘Aisyah dia berkata, “Apabila salah seorang di antara kami sakit, Rasulullah SAW mengusapnya dengan tangan kanan, lalu beliau mengucapkan: ‘Wahai Rabb manusia, singkirkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah ia Karena hanya Engkaulah yang bisa menyembuhkannya, tiada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak akan menyebabkan penyakit lagi. (HR Muslim, Hadits No.4061)
teladan Nabi SAW menunjukkan bahwa meskipun beliau manusia paling mulia, tetap diuji dengan sakit. Ini mengajarkan umat untuk bersabar dan berdoa dalam setiap kondisi.
Rasulullah Menjenguk Orang Sakit
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menjenguk orang sakit, maka akan ada malaikat penyeru dari langit yang menyerukan, “Engkau telah berbuat baik, baik pula perjalananmu, dan engkau akan menempati tempat tinggal di surga.” (HR. Ibnu Majah, Hadits No.1433)
menjenguk orang sakit adalah amal ibadah yang penuh pahala. Kehadiran kita bisa menjadi penghibur sekaligus doa bagi yang sedang diuji.
Diangkatnya Derajat bagi Orang Sakit
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang mukmin terkena duri atau yang lebih menyakitkan darinya kecuali Allah mengangkatnya satu derajat dan menghapus darinya satu kesalahan.”(HR. Tirmidzi, Hadits No.888)
Selain menghapus kesalahan dan dosa masa lalu, ketika sakit juga akan meninggikan derajat di sisi Allah









