• About BWA
  • Partnership
  • Tokoh
  • Wakif
Blog BWA
Advertisement
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
Blog BWA
No Result
View All Result
Home Artikel

Tata Cara Mandi Wajib Untuk Wanita Selesai Haid

by DigitalBWA
October 25, 2023
in Artikel, Fiqih
0
mandi wajid wanita
0
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tata Cara Mandi Wajib Bagi Wanita Selesai Haid Dan Nifas

Tata cara mandi wajib bagi perempuan selesai haid dan nifas sebenarnya sama, namun hanya ditambahkan beberapa hal sehingga tata cara mandi wajib bagi perempuan selesai haid dan nifas dilakukan sebagai berikut:

  1. Menggunakan Sabun Dan Pembersih Lainnya Beserta Air

Hal ini berdasarkan hadis dari Aisyah

“Asma’ bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mandi wanita haidh. Maka beliau bersabda, “Salah seorang dari kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu engkau bersuci, lalu membaguskan bersucinya. Kemudian hendaklah engkau menyiramkan air pada kepalanya, lalu menggosok-gosoknya dengan keras hingga mencapai akar rambut kepalanya. Kemudian hendaklah engkau menyiramkan air pada kepalanya tadi. Kemudian engkau mengambil kapas bermisik, lalu bersuci dengannya. Lalu Asma’ berkata, “Bagaimana dia dikatakan suci dengannya?” Beliau bersabda, “Subhanallah, bersucilah kamu dengannya.” Lalu Aisyah berkata -seakan-akan dia menutupi hal tersebut-, “Kamu sapu bekas-bekas darah haidh yang ada (dengan kapas tadi)”. Dan dia bertanya kepada beliau tentang mandi junub, maka beliau bersabda, ‘Hendaklah kamu mengambil air lalu bersuci dengan sebaik-baiknya bersuci, atau bersangat-sangat dalam bersuci kemudian kamu siramkan air pada kepala, lalu memijatnya hingga mencapai dasar kepalanya, kemudian mencurahkan air padanya’.” (HR. Bukhari no. 314 dan Muslim no. 332).

  1. Melepas Kepangan Sehingga Air Sampai Ke Pangkal Rambut

Dalil hadis ini adalah dalil hadis yang telah lewat yakni,

 

ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ دَلْكًا شَدِيدًا حَتَّى تَبْلُغَ شُئُونَ رَأْسِهَا

“Kemudian hendaklah kamu menyiramkan air pada kepalanya, lalu menggosok-gosoknya keras hingga mencapai akar rambut kepalanya.”

Dalil ini menunjukkan bahwa tidak cukup dengan hanya mengalirkan air seperti halnya mandi wajib. Sedangkan mengenai mandi wajib disebutkan,

ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ حَتَّى تَبْلُغَ شُئُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تُفِيضُ عَلَيْهَا الْمَاءَ

“Kemudian kamu siramkan air pada kepala, lalu memijatnya hingga mencapai dasar kepalanya, kemudian mengguyurkan air padanya.”

Dalam mandi wajib tidak disebutkan “menggosok-gosok dengan keras”. Hal ini menunjukkan bedanya mandi wajib dan mandi karena haidh/nifas.

  1. Hendaknya Membersihkan Kemaluan

Saat mandi wajib karena haid dan nifas, perempuan disunnahkan untuk membawa handuk atau kapas untuk mengusap sisa darah haid dan nifas di alat kemaluannya.

Haruskah Berwudhu Setelah Mandi Wajib?

Jawabannya tidak perlu. Hal ini berdasarkan riwayat hadis di bawah ini:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَتَوَضَّأُ بَعْدَ الْغُسْلِ

“Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berwudhu setelah selesai mandi.” (HR. Tirmidzi no. 107, An Nasai no. 252, Ibnu Majah no. 579, Ahmad 6/68. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini shahih)”.

Jadi ini alasan kuat bagi kita untuk tidak mengulang kembali wudhu setelah selesai mandi wajib.

Ayo amalkan tata cara mandi wajib Rasulullah SAW agar benar-benar suci dari hadas dan tidak menjadi penghalang sahnya beribadah.

Tags: mandiwajib
Previous Post

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Dengan Ajaran Rasulullah SAW.

Next Post

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhim Dahuri: Trackrecord Pengelola BWA Bagus

DigitalBWA

Next Post
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhim Dahuri: Trackrecord Pengelola BWA Bagus

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhim Dahuri: Trackrecord Pengelola BWA Bagus

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kitab Fikih Safinatun Najah

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Dengan Ajaran Rasulullah SAW.

March 6, 2026
Kumpulan doa umat Islam

Kumpulan Doa Sehari-hari Dari Al-Quran & Hadits

October 28, 2024
jenis-jenis tafsir

Tafsir Al Quran dan Jenis-jenisnya

October 22, 2024
Tulang ekor

Fakta Tulang Ekor manusia! Yang jarang kita ketahui

March 26, 2025

Mendayung untuk Mencari Air Bersih

0

Air Gunungkidul

0

Air Bersih di Tengah Lautan Sampah

0

Al Qur’an Wakaf untuk Orang Sakai

0
Dahsyatnya Kekuatan Doa

Dahsyatnya Kekuatan Doa

April 14, 2026
Kisah Lelaki Tua yang Berjalan kaki Untuk Umroh

Keutamaan di Bulan Syawal

April 9, 2026
Adab kepada Orang Tua

Adab kepada Orang Tua

April 7, 2026
7 Golongan orang yang dinaungi Allah pada hari kiamat

7 Golongan orang yang dinaungi Allah pada hari kiamat

April 7, 2026

Recent News

Dahsyatnya Kekuatan Doa

Dahsyatnya Kekuatan Doa

April 14, 2026
Kisah Lelaki Tua yang Berjalan kaki Untuk Umroh

Keutamaan di Bulan Syawal

April 9, 2026
Adab kepada Orang Tua

Adab kepada Orang Tua

April 7, 2026
7 Golongan orang yang dinaungi Allah pada hari kiamat

7 Golongan orang yang dinaungi Allah pada hari kiamat

April 7, 2026
Blog BWA

Informasi Seputar Wakaf

Follow Us on Social Media

  • Contact Us
  • Syarat dan Ketentuan

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.

No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.