Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi semua manusia, khususnya bagi umat muslim. ada banyak yang Rasulullah SAW contohkan kepada kita baik itu akhlak, akidah, ibadah maupun syariat islam. Begitu juga kehidupan finansial Rasulullah SAW. Beliau telah menunjukkan bagaimana mengatur keuangan secara bijak tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat. Lalu, bagaimana cara beliau mengatur keuangannya? Artikel ini akan membahas cara-cara mengatur keuangan ala Rasulullah yang bisa langsung Anda praktikkan. Yuk kita simak sama sama
Cara Mengatur Keuangan Ala Rasulullah
Dalam mengatur keuangan, Rasulullah SAW telah mencontohkan caranya kepada kita dengan penuh kebijaksanaan dan tentunya relevan di kehidupan sekarang ini. Beliau tidak hanya menunjukkan bagaimana mengatur keuangan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dalam pengelolaan keuangan. Inilah cara mengatur keuangan ala Rasulullah.
Mendahulukan Kebutuhan Pokok
Rasulullah selalu mengajarkan kepada kita untuk selalu mendahulukan kebutuhan pokok (primer) sebelum memikirkan hal-hal lainnya yang sifatnya tambahan. kebutuhan pokok itu meliputi makanan, pakaian, dan tempat tinggal yang menjadi fondasi utama untuk menjalani kehidupan. beliau selalu mengingatkan agar tidak cepat tergiur dengan barang barang murah yang sifatnya tambahan (sekunder/tersier).
Hidup Sederhana
Salah satu kunci utama dalam mengelola keuangan ala Rasulullah SAW ialah hidup sederhana. meskipun beliau adalah seorang Khalifah di Madinah, namun hidupnya begitu sederhana. Konsep kesederhanaan di sini bukanlah hidup dalam kemiskinan, melainkan hidup dengan takaran yang pas, menghindari sifat konsumtif, serta memprioritaskan apa yang dimiliki untuk hal-hal yang esensial. Rasulullah bersabda
“Jadilah kamu di dunia ini seperti orang asing atau orang yang sedang dalam perjalanan.” (HR. Bukhari)
Bersedekah
Banyak orang yang takut untuk bersedekah karena dikhawatirkan akan menjadi miskin. Padahal bersedekah adalah kebiasaan Rasulullah yang beliau contohkan kepada umatnya. Dengan bersedekah, tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga sebagai ungkapan rasa syukur. Allah SWT berfirman
“Katakanlah, ‘Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.’ Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.” (QS. Saba’: 39)
Sedekah tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup. Rasulullah SAW bersabda:
“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi bukti nyata bahwa setiap rupiah yang kita keluarkan akan kembali dalam bentuk kebaikan, baik berupa harta, kesehatan, ketenangan hati, maupun kelapangan dalam berbagai urusan kehidupan.
Tidak Boros
Salah satu aturan penting dalam menjaga finansial ala Rasulullah SAW ialah menghindari perilaku boros. Rasulullah menekankan bahwa perilaku boros bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi bentuk sikap tidak bertanggung jawab atas rezeki yang Allah berikan. Allah SWT berfirman
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra: 26-27)
Mencatat setiap Pemasukan dan Pengeluaran
Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran ialah salah satu cara efektif dalam melihat kondisi keuangan kita secara keseluruhan. Dengan mencatat keuangan, kita bisa melihat pola pengeluaran, mengevaluasi anggaran, dan mengidentifikasikan area yang memerlukan perbaikan.
Baca juga: 10 Pintu Rezeki yang Allah Sediakan agar Dikejar kejar Rezeki
Tidak Menumpuk Harta secara Berlebihan
Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk tidak menumpuk harta secara berlebihan. Hal ini menjadi penting karena didalam islam harta adalah amanah yang seharusnya digunakan untuk kebaikan, bukan ditumpuk tanpa tujuan yang jelas. beliau juga menekankan bahwa harta yang tidak digunakan akan menjadi sumber fitnah.
Berinvestasi
Rasulullah SAW juga menekankan umatnya untuk berinvestasi untuk jangka panjang, terutama dalam hal perdagangan. Sejarah hidup Nabi Muhammad saw. membuktikan bahwa berbisnis atau berdagang adalah sarana yang sangat baik dan berkah untuk mencari rezeki serta memperbanyak harta secara halal.
Kesimpulan
Mengelola keuangan ala Rasulullah SAW pada dasarnya bukanlah sekadar berfokus pada pengumpulan harta sebanyak-banyaknya, melainkan tentang bagaimana mencari, mengelola, dan mendistribusikan harta tersebut agar membawa keberkahan di dunia dan akhirat. Rasulullah berpesan bahwa harta hanyalah titipan sekaligus alat untuk beribadah dan menebar manfaat, bukan tujuan akhir kehidupan. Sukses finansial ala beliau berarti tercapainya keseimbangan antara kerja keras berbisnis secara jujur, hidup sederhana, dan kedermawanan.









