Semua manusia yang hidup di muka bumi telah Allah takar rezekinya di dalam kitab Lauhul Mahfuz. Banyak mengira jika rezeki itu adalah uang atau kepemilikan materi, padahal rezeki mencakup kesehatan, ketenangan jiwa, dan kelapangan hidup. Didalam ajaran islam, rezeki tidak hanya diraih dengan kerja keras atau keringat bercucuran, tetapi juga melalui amalan-amalan lainnya yang tentu bisa mendatangkan rezeki melimpah. Nah apa saja itu? Yuk kita simak
Rezeki yang di Jamin
Allah telah menjamin rezekinya bagi semua makhluk yang bernyawa di muka bumi. Allah SWT berfirman
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” (QS. Hud: 6)
Rezeki ini mencakup kebutuhan untuk bertahan hidup, seperti oksigen untuk bernapas, air, kesehatan fungsi organ tubuh, hingga makanan pokok. Hal ini diberikan kepada seluruh makhluk tanpa terkecuali. Rezeki ini juga sudah Allah takar dan tidak akan tertukar ataupun direbut orang lain.
Rezeki karena Usaha
Allah akan menurunkan rezeki tatkala seorang hamba berikhtiar dan bekerja keras dalam menjemput rezekinya. Allah SWT berfirman
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39)
seseorang yang senantiasa berikhtiar dan bekerja keras akan memperoleh hasil yang telah diusahakannya. Usaha tersebut meliputi kerja keras, konsistensi, kecerdasan dan upaya untuk meninggalkan yang haram.
Rezeki karena Bersyukur
Allah berjanji bahwa siapa saja yang bersyukur akan Allah tambah rezekinya. Allah SWT berfirman
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7)
Rasa syukur tidak hanya terucap hanya dibibir saja, tetapi dengan kesadaran penuh (mindfulness). rasa syukur meliputi Syukur di dalam hati, secara lisan, dan menggunakan semua kenikmatan untuk di jalan kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain.
Rezeki karena Takwa
Allah berjanji bahwa siapa saja yang bertakwa maka akan diberikan jalan keluar dan keberkahan serta rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka sangka. Allah SWT berfirman
“…Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya…” (QS. At-Talaq: 2-3)
Ketika seseorang terjepit dalam masalah finansial atau krisis kehidupan namun ia tetap memilih jalan yang jujur (tidak menipu atau korupsi), maka Allah yang akan mengambil alih masalahnya dan memberikan jalan keluar yang sering kali di luar nalar. Tidak lupa Allah juga akan memberikan rezeki yang melimpah yang datang dari arah yang tidak kita sangka seperti bantuan tak terduga dari orang yang tidak dikenal, atau terhindar dari musibah yang membawa kerugian besar.
Rezeki karena Istighfar
Jika ikhtiar adalah cara kita berjalan mencari rezeki dan syukur adalah cara melipatgandakannya, maka istighfar berfungsi sebagai penghancur rintangan. Allah SWT berfirman
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu…” (QS. Nuh: 10-12)
Sering kali manusia tidak menyadari bahwa rezeki yang terasa sempit atau “seret” tidak selalu disebabkan oleh kurangnya strategi bisnis atau jam kerja, melainkan karena adanya halangan berupa dosa dan kelalaian. Maka dari itu beristighfar merupakan tombak yang akan menghancurkan dinding yang menghalangi kita dari rezeki yang berkah
Rezeki karena Menikah
Sering kali seseorang menunda menikah dikarenakan ketidaksiapan secara finansial. Namun Allah mengatakan sebaliknya. Allah SWT berfirman
Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui. (QS. An-Nur: 32)
Ayat tersebut secara lugas menyatakan bahwa jika mereka (yang menikah) dalam keadaan miskin atau kurang mampu, Allah akan memampukan dan mencukupkan mereka dengan karunia-Nya.
Rezeki karena Anak
Kehadiran anak sering kali dikhawatirkan menambah beban ekonomi keluarga, padahal dalam pandangan Islam, setiap anak terlahir dengan membawa takdir rezekinya masing-masing. Allah SWT berfirman
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar.” (QS. Al-Isra : 31)
Membesarkan anak memang membutuhkan tenaga dan perencanaan yang baik, namun ketahuilah bahwa anak membawa porsi rezekinya sendiri dan hal ini membuat proses tersebut terasa lebih ringan. Alih-alih menjadi beban, anak justru sering kali menjadi pembuka pintu rezeki baru yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.
Rezeki karena Sedekah
Banyak orang orang bilang bahwa sering sedekah akan membuat seseorang menjadi miskin. Namun Allah mengatakan sebaliknya. Allah SWT berfirman
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”. (QS. Al Baqarah : 245)
maka dari itu, bersedekahlah karena Allah akan membalas kebaikan kita dengan berlipat ganda baik didunia maupun di akhirat.
Rezeki karena Menyambung Silaturahmi
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maknanya bukan sekadar nominal saldo yang tiba-tiba bertambah, melainkan datangnya kemudahan-kemudahan, hilangnya rintangan, dan bertambahnya keberkahan dari apa yang diusahakan. para ulama mengartikan bahwa panjang umur disini adalah usia yang penuh kebaikan serta jejak warisan (legacy) luhur yang terus dikenang dan didoakan meskipun seseorang telah tiada.
Rezeki karena Berbakti Kepada Orang Tua
Rasulullah SAW bersabda bahwa “Barang siapa yang ingin dipanjangkan umur dan diluangkan serta ditambahkan rezekinya, maka hendaklah ia berbakti kepada orang tua dan menyambung tali silaturahmi” (HR. Ahmad)
Ketika seorang anak menyenangkan hati orang tuanya, memperlakukan mereka dengan lembut, dan membantu kebutuhan mereka, maka orang tua akan mendoakan kebaikan untuknya. Doa seperti ini sangat diperhatikan oleh Allah. Karena Doa orang tua adalah doa yang mustajab.
Betapa banyak orang yang rezekinya seret, usahanya mandek, atau kesulitan dalam hidup; namun ketika ia memperbaiki hubungan dan baktinya kepada orang tua—rezeki itu tiba-tiba lancar, urusan dimudahkan, dan hidup terasa lebih ringan









