Pada dasarnya setiap manusia sering kali dihadapkan dengan keinginan tanpa batas. Rasa ingin memiliki lebih, mengejar materi, serta membandingkan diri dengan orang lain kerap membuat hati merasa gelisah dan tidak merasa cukup. Orang yang memiliki kekayaan jiwa adalah mereka yang selalu rela dan merasa lapang dada dalam menerima pemberian dari Tuhan.
Dalam islam sikap menerima apa saja yang diberikan Allah swt adalah sifat Qanaah. Qanaah adalah sikap menerima dengan lapang dada segala ketentuan yang telah diberikan oleh Allah SWT, disertai dengan rasa syukur dan usaha yang maksimal. Sifat ini bukan berarti pasrah tanpa ikhtiar, melainkan mampu menyeimbangkan antara usaha dan penerimaan, sehingga hati tetap tenang dalam segala keadaan.
Dzunnun al-Masri pernah mengatakan bahwa “Barang siapa bersikap Qanaah, maka dirinya dapat merasa nyaman di tengah manusia-manusia se-zamannya dan disegani oleh rekan-rekannya”. Tidak hanya itu saja, bahkan Rasulullah SAW juga pernah bersabda mengenai sifat Qanaah ini yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Abu Hurairah, berbunyi: “Jadilah kamu orang yang warak, dengan itu kamu menjadi orang yang banyak beribadah, dan jadilah kamu orang yang bersikap qanaah, maka dengan demikian kamu akan menjadi orang yang banyak bersyukur kepada sesama manusia.”
Rasulullah SAW juga pernah bersabda mengenai Qanaah ini, berbunyi: “Siapapun yang ingin menjadi seorang pemilik, maka Allah SWT cukup baginya. Siapapun juga yang menginginkan ketenangan, maka Al-Quran akan mencukupinya, dan siapapun yang menghendaki kekayaan, maka cukuplah dengan Qana’ah. Lalu, barangsiapa yang menginginkan sebuah nasihat maka cukuplah dengan kematian, dan siapapun yang merasa tidak cukup dengan keempat perkara tersebut, maka nerakalah yang akan mencukupinya.
Hikmah mengamalkan sifat Qanaah
Keberadaan sifat Qanaah tentu saja memberikan banyak pengaruh terhadap kehidupan seseorang, baik itu secara lahir maupun batin. Hal tersebut karena Qanaah memang mengajarkan manusia untuk menerima dengan ikhlas atas apa yang telah dan menjadikannya sebagai ketenangan batin supaya tidak tamak. Selain itu, sifat Qanaah juga menjadikan manusia untuk selalu bersyukur dan tidak tidak mudah putus asa terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Maka dari itu, sifat Qanaah sangat penting diterapkan dalam keadaan apapun supaya mendapatkan rasa ketenangan.
Secara umum, hikmah dari sifat Qanaah dalam kehidupan sehari-hari adalah:
- Memberikan rasa tentram dan tenang pada jiwa manusia, sebab dirinya tidak dihantui oleh rasa tamak dan serba kekurangan terhadap hal-hal duniawi.
- Mendatangkan etos kerja dan giat bekerja dalam upaya memperoleh sesuatu yang memang pantas untuk didapatkan.
- Optimis, percaya diri, dan tidak ragu-ragu dalam menghadapi hidup.
- Hidup sederhana dan apa adanya.
- Menjadikan seorang muslim sebagai seseorang yang bertawakal dan sabar dalam menghadapi kebahagiaan hidup sekaligus mendorong muslim untuk selalu berusaha mendapatkan kebahagiaan hidup yang sebenar-benarnya, yakni kaya hati bukan kaya harta.
- Menjadikan seseorang merasa lebih puas sekaligus bersyukur atas segala keadaannya.
- Tidak diperbudak oleh harta benda.
- Mendapati jiwa tenang dan terhindar dari stress.
- Sebagai penyeimbang hidup, sebab seorang muslim yang menerapkan sifat Qanaah ini nantinya akan menyadari bahwa segala yang diperolehnya itu berasal dari Allah SWT dan ketika dirinya kehilangan segala hal tersebut tidak merasa kecewa atau frustrasi secara berlebihan.
- Sebagai penggerak hidup, sebab seorang muslim yang menerapkan sifat Qanaah ini cenderung akan memiliki sikap emosional yang memungkinkan bagi dirinya untuk meraih cita-cita dunia dan kemenangan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.








