• About BWA
  • Partnership
  • Tokoh
  • Wakif
Blog BWA
Advertisement
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
Blog BWA
No Result
View All Result
Home Wakaf Sarana Air Bersih

Tim BWA disambut Bagai Bidadari Turun dari Langit

by DigitalBWA
May 17, 2010
in Wakaf Sarana Air Bersih
0
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Umurnya sudah 90 tahun. Namun, dirinya belum pernah merasakan air bersih sepanjang hidupnya. Kedatangan tim survey “Water Action for People” dari BWA itu pun disambutnya bagaikan bidadari yang datang dari langit.

“Kami menyambut anda sekalian seperti menanti bidadari dari langit,” ujar Bapak Makruf Ibrahim, sesepuh desa Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Perjalanan hampir 20 jam yang ditempuh oleh tim survey “Water Action for People” BWA menuju pondok pesantren Ikhwatul Mukiminin tergantikan dengan keceriaan penduduk setempat yang sangat mengharapkan bantuan terutama pengadaan air bersih di daerah mereka.

“Goe harap goe hebo wae bor ki baru goe mata. Kalo goe mata mayat goe hebo noon wae bor” lanjut pak Makruf dalam bahasa setempat. (Maksudnya kurang lebih, saya berharap bisa mandi air bersih sebelum saya meninggal dunia. Kalau saya meninggal nanti, saya ingin mayat saya dimandikan dengan air bersih.)

Harapan sama juga disampaikan oleh Ina (Ibu) Aminah. Usianya sudah menginjak 80 tahun. Di wajahnya tergores bekas jatuh saat ia berusaha mengambil air sumur di daerahnya yang memang cukup sulit. Kepada tim survey “Water Action for People” BWA ia sempat menyampaikan, “Saya minta saya bisa minum air bersih sebelum saya berangkat (meninggal-red).”

Sementara itu, dari hasil survey yang dilakukan melalui metode geolistrik (pendeteksian potensi air), ditemukan 5 titik potensial untuk dilakukan pengeboran air bersih.

“Alhamdulillah, kami diberi kemudahan dalam survey ini. Pada umumnya daerah di sini berpotensi air bersih. Kira-kira berada di kedalaman 100-150 meter. 3 titik potensial air tawar dan 2 titik air payau,” ujar ketua tim survey, Abu Aliy.

Kelima titik tersebut antara lain:

–          2 titik di desa Adonara, Kabupaten Flores Timur yang berpotensi air tawar

–          1 titik di desa Tagatiwi, Kabupaten Lambata yang berpotensi air tawar

–          1 titik di desa Dulitukan yang berpotensi air payau

–          1 titik di dusun Wakat Ehak, desa Palilolon yang berpotensi air payau.

Pada saat survey tersebut, dilakukan pula pendistribusian wakaf Al Quran di masing-masing desa yang dikunjungi sebanyak 40 buah Al Quran setiap masjidnya.

“Antusias warga mempelajari Al Quran bertambah saat menerima wakaf Al Quran ini. Dan perlu diketahui, kaum muslimin di sini minoritas,” papar Abu Aliy. [bwa]

Pak Makruf Ibrahim (tengah memakai baju abu-abu) nampak bersama warga menyambut kehadiran tim survey

Seorang Ina (Ibu) sedang mengambil air tidak layak digunakan
Seorang Ina (Ibu) sedang mengambil air tidak layak digunakan
Para santri di Pesantren Ikhwatul Mukminin Desa Adonara, Kabupaten Folers timur sedang membawa air bersih
Para santri di Pesantren Ikhwatul Mukminin Desa Adonara, Kabupaten Folers timur sedang membawa air bersih
warga nampak antusias mengikuti survey geolistrik (pendeteksian potensi air)
Warga nampak antusias mengikuti survey geolistrik (pendeteksian potensi air)

Umurnya sudah 90 tahun. Namun, dirinya belum pernah merasakan air bersih sepanjang hidupnya. Kedatangan tim survey “Water Action for People” dari BWA itu pun disambutnya bagaikan bidadari yang datang dari langit.

“Kami menyambut anda sekalian seperti menanti bidadari dari langit,” ujar Bapak Makruf Ibrahim, sesepuh desa Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Perjalanan hampir 20 jam yang ditempuh oleh tim survey “Water Action for People” BWA menuju pondok pesantren Ikhwatul Mukiminin tergantikan dengan keceriaan penduduk setempat yang sangat mengharapkan bantuan terutama pengadaan air bersih di daerah mereka.

“Goe harap goe hebo wae bor ki baru goe mata. Kalo goe mata mayat goe hebo noon wae bor” lanjut pak Makruf dalam bahasa setempat. (Maksudnya kurang lebih, saya berharap bisa mandi air bersih sebelum saya meninggal dunia. Kalau saya meninggal nanti, saya ingin mayat saya dimandikan dengan air bersih.)

Harapan sama juga disampaikan oleh Ina (Ibu) Aminah. Usianya sudah menginjak 80 tahun. Di wajahnya tergores bekas jatuh saat ia berusaha mengambil air sumur di daerahnya yang memang cukup sulit. Kepada tim survey “Water Action for People” BWA ia sempat menyampaikan, “Saya minta saya bisa minum air bersih sebelum saya berangkat (meninggal-red).”

Sementara itu, dari hasil survey yang dilakukan melalui metode geolistrik (pendeteksian potensi air), ditemukan 5 titik potensial untuk dilakukan pengeboran air bersih.

“Alhamdulillah, kami diberi kemudahan dalam survey ini. Pada umumnya daerah di sini berpotensi air bersih. Kira-kira berada di kedalaman 100-150 meter. 3 titik potensial air tawar dan 2 titik air payau,” ujar ketua tim survey, Abu Aliy.

Kelima titik tersebut antara lain:

–          2 titik di desa Adonara, Kabupaten Flores Timur yang berpotensi air tawar

–          1 titik di desa Tagatiwi, Kabupaten Lambata yang berpotensi air tawar

–          1 titik di desa Dulitukan yang berpotensi air payau

–          1 titik di dusun Wakat Ehak, desa Palilolon yang berpotensi air payau.

Pada saat survey tersebut, dilakukan pula pendistribusian wakaf Al Quran di masing-masing desa yang dikunjungi sebanyak 40 buah Al Quran setiap masjidnya.

“Antusias warga mempelajari Al Quran bertambah saat menerima wakaf Al Quran ini. Dan perlu diketahui, kaum muslimin di sini minoritas,” papar Abu Aliy. [bwa]

Pak Makruf Ibrahim (tengah memakai baju abu-abu) nampak bersama warga menyambut kehadiran tim survey

Seorang Ina (Ibu) sedang mengambil air tidak layak digunakan
Seorang Ina (Ibu) sedang mengambil air tidak layak digunakan
Para santri di Pesantren Ikhwatul Mukminin Desa Adonara, Kabupaten Folers timur sedang membawa air bersih
Para santri di Pesantren Ikhwatul Mukminin Desa Adonara, Kabupaten Folers timur sedang membawa air bersih
warga nampak antusias mengikuti survey geolistrik (pendeteksian potensi air)
Warga nampak antusias mengikuti survey geolistrik (pendeteksian potensi air)
Previous Post

Al Qur’an Wakaf untuk Orang Sakai

Next Post

Tri Mumpuni dan Perjuangan Menerangi Desa

DigitalBWA

Next Post

Tri Mumpuni dan Perjuangan Menerangi Desa

Please login to join discussion

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kumpulan doa umat Islam

Kumpulan Doa Sehari-hari Dari Al-Quran & Hadits

October 28, 2024
Kitab Fikih Safinatun Najah

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Dengan Ajaran Rasulullah SAW.

May 8, 2025
jenis-jenis tafsir

Tafsir Al Quran dan Jenis-jenisnya

October 22, 2024
al Quran Jawa Tengah

Wakaf al Quran Untuk Orang Meninggal

May 16, 2025

Mendayung untuk Mencari Air Bersih

0

Air Gunungkidul

0

Air Bersih di Tengah Lautan Sampah

0

Al Qur’an Wakaf untuk Orang Sakai

0
Rahasia Keistiqamahan dalam Beribadah

Rahasia Keistiqamahan dalam Beribadah

January 28, 2026
Keutamaan Sedekah Subuh

Keutamaan Sedekah Subuh

January 28, 2026
Kisah Ahli Tahajud dan Harimau

Kisah Ahli Tahajud dan Harimau

January 25, 2026
Menggapai Kemudahan dalam Rezeki

Hikmah di Balik Memberi: Sedekah dalam Perspektif Islam

January 22, 2026

Recent News

Rahasia Keistiqamahan dalam Beribadah

Rahasia Keistiqamahan dalam Beribadah

January 28, 2026
Keutamaan Sedekah Subuh

Keutamaan Sedekah Subuh

January 28, 2026
Kisah Ahli Tahajud dan Harimau

Kisah Ahli Tahajud dan Harimau

January 25, 2026
Menggapai Kemudahan dalam Rezeki

Hikmah di Balik Memberi: Sedekah dalam Perspektif Islam

January 22, 2026
Blog BWA

Informasi Seputar Wakaf

Follow Us on Social Media

  • Contact Us
  • Syarat dan Ketentuan

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.

No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.