Alhamdulillahnya, Allah masih memampukan kita membayar zakat fitrah kembali tahun ini. Alhamdulillah lagi kita bisa kembali menyisihkan sebagian rezeki untuk beribadah zakat fitrah.
Akan tetapi, ada 1 hal utama yang sering luput dilakukan sebelum menunaikannya. Hal itu yaitu mempelajari pokok-pokok zakat fitrah. Agar tidak mengulangi kesalahan di atas tahun ini, izinkan kami menuliskannya untukmu.
Kemuliaan zakat
Kemuliaan zakat sangat terang disampaikan Rasulullah SAW. di dalam haditsnya:
“Seseorang bertanya, ‘Wahai Muhammad, sampaikan kepadaku makna Islam!’ Jawaban beliau, ‘Islam adalah saat anda bersyahadat lâ ilâha illâllâh wa Muhammadur Rasûlûllâh, menegakkan shalat (fardhu), menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika Anda mampu menempuh jalannya.”’ (HR Muslim di dalam Kitab Arbain Nawawi)
Tertulis jelas di atas bahwasanya zakat memiliki kesamaan dengan shalat 5 waktu, yakni sama-sama dijadikan ciri-ciri keberislaman seseorang.
Semua ulama menerangkan bahwasanya setiap muslim yang mampu mengerjakan seluruh amal soleh di atas dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasul-Nya, maka dirinya telah menyempurnakan seluruh kewajibannya sebagai seorang muslim.
Namun sebaliknya, jika ada seorang muslim yang sengaja meninggalkan salah satunya saja, enggan membayar zakat misalnya, maka ia telah berdosa yang sangat besar yang bahkan tidak bisa dihapus biarpun dirinya menyedekahkan seluruh harta miliknya beserta harta keturunannya.
Kemuliaan kelima amal tersebut lah yang membuatnya dijuluki sebagai Rukun Islam. Dijuluki rukun karena menunaikan zakat hukumnya wajib bagi setiap umat Islam yang telah memenuhi syarat.
Misalnya, penunaian Zakat Fitrah diwajibkan bagi setiap muslim yang masih hidup pada tanggal 1 Ramadhan.
Makna zakat
“Zakat” berakar dari kata “زكى- يكوز- زكاة” (zakaa-yazuuku- zakatan) yang bermakna “نقاء” (murni), “زيادة” (bertambah), atau “التطهير” (suci).
Di dalam Islam, setiap nafkah yang diperoleh akan mengotori jiwa ataupun harta pemiliknya jika tidak dibagikan sebagiannya kepada 8 Asnaf. Oleh karenanya seorang muslim harus membersihkan jiwanya dengan berzakat fitrah serta hartanya dengan berzakat mal.
Bila tidak, maka nanti Allah SWT. sendiri yang akan ‘menyucikannya’ dengan api neraka.
Zakat Fitrah
Sesuai namanya, “Fitrah”, zakat ini bertujuan menyucikan jiwa-jiwa orang Islam. Makanya, bayi yang baru lahir di tanggal 1 Ramadhan atau anggota keluarga yang sedang koma sekalipun harus dilunasi tunggakan zakatnya.
Zakat Fitrah 1 anggota keluarga diberikan kepada 1 orang dari 8 Asnaf.
Adapun waktu pemberiannya untungnya sangatlah panjang. Waktunya, sebagaimana yang Rasulullah ajarkan, adalah sejak awal Ramadhan hingga sebelum sholat Idul Fitri:
“… Barangsiapa menunaikannya ( Zakat Fitrah) sebelum sholat Ied (Idul Fitri) itulah zakat yang diterima, dan barangsiapa yang menunaikannya setelah Sholat Ied maka itu sekedar sedekah”. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Sedangkan pemberiannya per kepala itu sekitar 3 kg makanan pokok yang biasanya dimakan warga setempat.