• About BWA
  • Partnership
  • Tokoh
  • Wakif
Blog BWA
Advertisement
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
Blog BWA
No Result
View All Result
Home Artikel

Perang Badar: Kemenangan pertama di bulan Ramadhan

by Arbi
February 23, 2026
in Artikel
0
Perang Badar: Kemenangan pertama di bulan Ramadhan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perang badar adalah peperangan yang terjadi pada tahun kedua Hijriyah tepatnya di bulan Ramadhan. Perang yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan ini adalah bukti nyata bahwa puasa tidak melemahkan fisik tetapi menguatkan ruhani untuk meraih kemenangan besar. Pada artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam tentang Perang Badar, momen bersejarah yang terjadi pada bulan Ramadhan, serta dampaknya terhadap perjuangan umat Islam di masa awal perkembangan Islam.

Latar Belakang Perang Badar

Yang akan kamu pelajari

Toggle
  • Latar Belakang Perang Badar
  • Dalil tentang Kemenangan Perang Badar
  • Strategi Perang dan Doa Rasulullah di Perang Badar
    • Menguasai Sumur
    • Doa dibawah tenda Komando (Al-Areesh)
  • Perang yang Mengubah Sejarah
  • Semangat Shodaqoh dalam bentuk Pengorbanan

Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, beliau dan pengikutnya harus menghadapi tantangan dari Kaum Quraisy di Mekkah. Puncaknya adalah ketika Rasululah SAW mendengar kabar bahwa rombongan kafilah dagang yang dipimpin oleh Abu Sufyan akan melintas dari Syam menuju Mekkah. Kaum muslim bermaksud untuk mencegat kafilah ini sebagai ganti rugi atas harta benda mereka yang dirampas paksa oleh kaum Quraisy saat hijrah. namun Abu Sufyan berhasil lolos dan mengirim pesan ke Mekkah untuk meminta bantuan. Merespon hal itu, kaum Quraisy mengirimkan pasukan penuh dibawah pimpinan Abu jahal dengan kekuatan 1000 prajurit, 700 unta dan 100 kuda. serta persenjataan berat. Sementara pasukan kaum Muslim dibawah komando Rasulullah SAW berjumlah 313 orang, 70 unta dan 2 kuda. Secara matematika militer, ini adalah misi bunuh diri. Namun, di sinilah letak pelajaran tauhidnya.

Dalil tentang Kemenangan Perang Badar

Kemenangan di Badar bukanlah kemenangan fisik, melainkan karena kekuatan koneksi dengan Allah (Nasrullah). Allah SWT berfirman

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” (QS. Al-Imran:23)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kata “Adzillah” (lemah) merujuk pada jumlah mereka yang sedikit dan perlengkapan yang minim. Namun, Allah menurunkan bantuan berupa Malaikat. Awalnya Allah menurunkan 1.000 malaikat, kemudian ditambah menjadi 3.000, dan akhirnya 5.000 malaikat yang memakai tanda khusus (Musawwimin).

“Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut’.” (QS. Al-Anfal: 9)

Pelajaran bagi kita yang menyambut Ramadhan agar jangan takut dengan beratnya ujian (puasa, target ibadah, ekonomi sulit). Jika kita bertakwa, Allah akan mengirimkan “pasukan langit” untuk memudahkan urusan kita, sebagaimana Dia membantu ahli Badar.

Strategi Perang dan Doa Rasulullah di Perang Badar

Menguasai Sumur

Nabi SAW memilih posisi berkemah. Namun, seorang sahabat ahli strategi bernama Hubbab bin Mundzir bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah posisi ini wahyu dari Allah yang tidak boleh diubah, ataukah ini strategi perang?” Nabi menjawab: “Ini adalah strategi perang.” Hubbab menyarankan: “Jika demikian, tempat ini kurang strategis. Kita harus maju menguasai sumber air (sumur Badar) terdepan, lalu menutup sumur di belakangnya, sehingga musuh tidak bisa minum.” Nabi menerima usulan ini. Ini mengajarkan kita bahwa menyambut Ramadhan butuh Strategi. Tidak bisa “go with the flow”. Harus ada rencana: kapan tilawah, kapan sedekah, kapan istirahat.

Doa dibawah tenda Komando (Al-Areesh)

di malam menjelang pertempuran, disaat pasukan Muslimin sedang tidur, Rasulullah tidak tidur. Beliau sholat malam dan berdoa di tenda (Al-Areesh) dengan sangat khusyuk sehingga selendangnya jatuh. Doa beliau dengan sabdanya

“Ya Allah, jika Engkau binasakan pasukan kecil ini, niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi selamanya.” (HR. Muslim)

Abu bakar pun memeluk beliau dan menenangkannya karena munajat yang begitu hebatnya.

Perang yang Mengubah Sejarah

Pada tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijriyah, pasukan Islam yang berjumlah sekitar 313 orang bertempur melawan pasukan Quraisy yang berjumlah lebih dari 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy yang kemudian mundur dalam kekacauan. Pada akhirnya pasukan Islam di bawah pimpinan Nabi Muhammad SAW berhasil meraih kemenangan besar dalam pertempuran ini.

Bagi kaum Muslim awal, pertempuran ini sangatlah berarti karena merupakan bukti pertama bahwa mereka sesungguhnya berpeluang untuk mengalahkan musuh mereka di Mekkah. Mekkah saat itu merupakan salah satu kota terkaya dan terkuat di Arabia zaman jahiliyah. Kemenangan kaum Muslim juga memperlihatkan kepada suku-suku Arab lainnya bahwa suatu kekuatan baru telah bangkit di Arabia, serta memperkokoh otoritas Muhammad sebagai pemimpin atas berbagai golongan masyarakat Madinah yang sebelumnya sering bertikai. Berbagai suku Arab mulai memeluk agama Islam dan membangun persekutuan dengan kaum Muslim di Madinah; dengan demikian, ekspansi agama Islam pun dimulai.

Kekalahan Quraisy dalam Pertempuran Badar menyebabkan mereka bersumpah untuk membalas dendam, dan hal ini terjadi sekitar setahun kemudian dalam Pertempuran Uhud.

Semangat Shodaqoh dalam bentuk Pengorbanan

Para Sahabat Rasulullah tidak hanya mengorbankan nyawa namun mereka mengorbankan harta demi Tegaknya Islam. kita mungkin tidak diminta perang fisik, tetapi kita diminta untuk berkorban harta demi membantu sesama.

mari sambut Ramadhan ini dengan semangat melawan sifat kikir. Jadikan sedekah ini sebagai bukti kepedulian dan semangat berbagi kita.Ayo nyalakan semangat berbagi, donasi sekarang juga. Donasi Sekarang Di Sini.

Previous Post

Meningkatkan Derajat Ketakwaan

Arbi

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kitab Fikih Safinatun Najah

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Dengan Ajaran Rasulullah SAW.

May 8, 2025
Kumpulan doa umat Islam

Kumpulan Doa Sehari-hari Dari Al-Quran & Hadits

October 28, 2024
jenis-jenis tafsir

Tafsir Al Quran dan Jenis-jenisnya

October 22, 2024
al Quran Jawa Tengah

Wakaf al Quran Untuk Orang Meninggal

May 16, 2025

Mendayung untuk Mencari Air Bersih

0

Air Gunungkidul

0

Air Bersih di Tengah Lautan Sampah

0

Al Qur’an Wakaf untuk Orang Sakai

0
Perang Badar: Kemenangan pertama di bulan Ramadhan

Perang Badar: Kemenangan pertama di bulan Ramadhan

February 23, 2026
Meningkatkan Derajat Ketakwaan

Meningkatkan Derajat Ketakwaan

February 20, 2026
Keistimewaan Bulan Ramadhan

Keistimewaan Bulan Ramadhan

February 18, 2026
Ketika Allah Mencintai Seorang Hamba

Ketika Allah Mencintai Seorang Hamba

February 12, 2026

Recent News

Perang Badar: Kemenangan pertama di bulan Ramadhan

Perang Badar: Kemenangan pertama di bulan Ramadhan

February 23, 2026
Meningkatkan Derajat Ketakwaan

Meningkatkan Derajat Ketakwaan

February 20, 2026
Keistimewaan Bulan Ramadhan

Keistimewaan Bulan Ramadhan

February 18, 2026
Ketika Allah Mencintai Seorang Hamba

Ketika Allah Mencintai Seorang Hamba

February 12, 2026
Blog BWA

Informasi Seputar Wakaf

Follow Us on Social Media

  • Contact Us
  • Syarat dan Ketentuan

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.

No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.