• About BWA
  • Partnership
  • Tokoh
  • Wakif
Blog BWA
Advertisement
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasi
No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasi
No Result
View All Result
Blog BWA
No Result
View All Result
Home Artikel

4 Cara menghindari ghibah yang terbukti efektif!

by DigitalBWA
April 17, 2025
in Artikel, Fiqih
0
Ghibah alias gunjing alias gosip
0
SHARES
175
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Menghindari/ menjauhi ghibah” seringkali kita dengar sebagai nasehat. Kita pun sudah tahu betapa baiknya nasehat ini.

Biarpun begitu, sangat susah kita untuk mengamalkannya. Apalagi ‘kegiatan berdosa’ ini sangat menyenangkan, ya kan?? 

Tak heran jika ternyata 6 dari 10 orang dewasa senang bergunjing. 

Namun, kita sebagai seorang muslim harus berusaha berhenti berghibah. Untuk itu kami telah merangkumkan 4 kiat-kiat praktis menghentikan ghibah. Semuanya tertulis di bawah. 

Sebelum itu, yuk kenali ghibah biar mudah menghindari ghibah

Yang akan kamu pelajari

Toggle
  • Sebelum itu, yuk kenali ghibah biar mudah menghindari ghibah
    • Meski begitu, ada juga ghibah halal
  • Sekarang, saatnya kita bertobat dari dosa ghibah
      • 1. Langkah saat korban ghibah kita tahu kita ghibahi,
      • 2. Langkah saat korban ghibah kita tidak tahu kita ghibahi,
      • 3. Langkah tambahan, yaitu dengan bersedekah, berinfak, atau malah berwakaf.
    • Mari Memutus Siklus Krisis Air Bersih Warga Desa Panggungrejo, Blitar 
  • Barulah sekarang kita akan pelajari 4 kiat menghindari ghibah
      • 1. Perbanyak kegiatan produktif
      • 2. Alihkan pembicaraan saat ada yang bergunjing
      • 3. Puji-puji yang sedang digunjing
      • 4. Jauhi tongkrongannya

Yang dimaksud “ghibah” itu hanyalah “omongan yang menjelek-jelekkan orang lain di saat dirinya sedang tidak ada”. Pengertian ini sejalan dengan pengertian ghibah ala Rasulullah Muhammad saw.:

"Tahukah kalian tentang ghibah?" Para Sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui". Rasulullah memberi penjelasan, "Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak ia sukai".
Beliau ditanya, "Jika apa yang saya sebut itu sesuai dengan apa yang ada padanya?'. Beliau menjawab, "Jika benar adanya berarti engkau telah berghibah, kalau tidak benar berarti engkau telah berbuat kebohongan."
(HR. Muslim).

Dari hadits di atas jugalah dapat kita pahami bahwa penentu suatu omongan termasuk ghibah atau tidak hanyalah orang yang sedang diomongin. Jika ia rido atas omongan tersebut, maka itu bukanlah ghibah. 

“Ghibah” berasal dari kata “الغيب/ ghaib” yang berarti “tidak ada/ gaib”. Alasannya, korban ghibah pastilah orang yang tidak ada di tempat ghibah sehingga tidak bisa membela diri saat dirinya dijelek-jelekkan. 

Oleh karena itulah Allah swt. menyamakan pelaku ghibah dengan ‘pemakan bangkai’. Sebab, bangkai yang tengah disantap tidak bisa membela diri, iya gak? 

Surat Al-Hujurat
Nama "al-Hujurat" merujuk pada kamar-kamar di rumah Nabi Muhammad
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
(QS. al-Hujurat [49]: 12)

Meski begitu, ada juga ghibah halal

Iya, tidak semua gunjingan tergolong ghibah. 6 gunjingan yang tidak tergolong ghibah di dalam Islam ditulis di dalam Kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi as-Syafi’i berikut:

  • Saat sedang mengadukan kezaliman di muka penegak hukum (at-Tazhallum);
  • Saat sedang meminta tolong dari kezaliman orang lain (al-Isti’anah);
  • Saat sedang meminta fatwa akan sebuah kemaksiatan (al-Istifta’);
  • Saat sedang memperingatkan umat/ khalayak atas kemaksiatan seseorang (at-Tahdzir);
  • Saat sedang menyebutkan ciri-ciri seseorang tanpa maksud merendahkan;
  • Atau saat sedang ngomongin pelaku maksiat yang kemaksiatannya tidak ia tutup-tutupi.

Sekarang, saatnya kita bertobat dari dosa ghibah

Sebelum menghindari ghibah, ada baiknya kita bertobat dahulu atas dosa-dosa ghibah yang telah lalu. Bagi yang ingin menonton langkah-langkahnya, langsung saja menontonnya di bawah;

Setidaknya, ada 3 langkah (2 langkah utama ditambah 1 langkah tambahan) untuk bertaubat dari ghibah, yakni:

1. Langkah saat korban ghibah kita tahu kita ghibahi,

maka segeralah meminta maaf kepadanya. Meminta maaflah secara tulus tanpa membela diri. Insya Allah dengan begitu akan lebih mudah bagi dirinya untuk memaafkan kita. 

Jika masih belum dimaafkan, cobalah datang lagi dengan membawakan hadiah. Tidak jarang kegigihan dan hadiah meruntuhkan tembok ego seseorang. 

2. Langkah saat korban ghibah kita tidak tahu kita ghibahi,

kita tidak perlu meminta maaf langsung kepadanya. Takutnya, saat kita meminta maaf kepada dirinya malah membuat dirinya membenci kita. 

Agar tidak memantik permusuhan di atas, pertobatan kita mula-mula dengan berbalik memuji-muji dirinya di tempat-tempat kita ghibahin dahulu. 

Lalu sering kita doakan kebaikan untuknya serta dihapuskan dosa-dosanya setelah kita meminta hal yang sama untuk diri kita dan keluarga kita. 

3. Langkah tambahan, yaitu dengan bersedekah, berinfak, atau malah berwakaf.

Sudah rahasia umum bahwa bersedekah dapat menghapus dosa-dosa serta menambah pahala pemberinya. Oleh karena itu ada baiknya kita bersedekah air bersih ke Desa Panggungrejo atas nama kita dan korban ghibah kita. 

Dengan bersedekah air bersih ke Desa Panggungrejo, kita dan dirinya dapat meraih pahala jariyah. Sebab, tidak ada manusia yang tidak membutuhkan air, iya kan ya?  

Mari Memutus Siklus Krisis Air Bersih Warga Desa Panggungrejo, Blitar 

Mari bantu mereka sekarang

Barulah sekarang kita akan pelajari 4 kiat menghindari ghibah

1. Perbanyak kegiatan produktif

Disadari atau tidak, syarat utama berghibah ialah memiliki waktu luang. Benar, tidak mungkin kita berghibah saat sedang banyak kerjaan. 

Makanya tidak heran jika kita lihat, dimana saja, para pengangguran selalu menjadi raja gosip. 

2. Alihkan pembicaraan saat ada yang bergunjing

Jika tiba-tiba tongkrongan/ majelis kita mulai bergosip, kita alihkan ke topik yang sama-sama disukai agar teman-teman kita lupa bergosip.

3. Puji-puji yang sedang digunjing

Ketika pergunjingan tidak bisa dialihkan, kita lawan dengan memuji-muji korban ghibah.

4. Jauhi tongkrongannya

Dan kiat terakhir, ya menjauhi tongkrongan. Menjauhnya sebaiknya hanya sementara hingga topik obrolannya sudah tidak lagi gosip-menggosip. 

Kiat terakhir ini perlu dilakukan demi menghindari kita masuk ke dalam golongan yang disitir di ayat di bawah: 

وَإِذَا رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِىٓ ءَايَٰتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيْطَٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain.
Dan jika syaitan menjadikanmu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
(QS. al-An’am [6]: 68)

Beberapa ulama menerangkan “memperolok-olokkan ayat-ayat Kami” bisa berarti juga ‘bermaksiat’. Pertimbangannya, melakukan kemaksiatan bisa disamakan dengan memperolok-olok ayat-ayat larangan.

Dan ghibah termasuk hal yang dilarang lewat Surat al-Hujurat di atas. 

Surat Al-Hujurat

“Menghindari/ menjauhi ghibah” seringkali kita dengar sebagai nasehat. Kita pun sudah tahu betapa baiknya nasehat ini.

Biarpun begitu, sangat susah kita untuk mengamalkannya. Apalagi ‘kegiatan berdosa’ ini sangat menyenangkan, ya kan?? 

Tak heran jika ternyata 6 dari 10 orang dewasa senang bergunjing. 

Namun, kita sebagai seorang muslim harus berusaha berhenti berghibah. Untuk itu kami telah merangkumkan 4 kiat-kiat praktis menghentikan ghibah. Semuanya tertulis di bawah. 

Sebelum itu, yuk kenali ghibah biar mudah menghindari ghibah

Yang dimaksud “ghibah” itu hanyalah “omongan yang menjelek-jelekkan orang lain di saat dirinya sedang tidak ada”. Pengertian ini sejalan dengan pengertian ghibah ala Rasulullah Muhammad saw.:

"Tahukah kalian tentang ghibah?" Para Sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui". Rasulullah memberi penjelasan, "Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak ia sukai".
Beliau ditanya, "Jika apa yang saya sebut itu sesuai dengan apa yang ada padanya?'. Beliau menjawab, "Jika benar adanya berarti engkau telah berghibah, kalau tidak benar berarti engkau telah berbuat kebohongan."
(HR. Muslim).

Dari hadits di atas jugalah dapat kita pahami bahwa penentu suatu omongan termasuk ghibah atau tidak hanyalah orang yang sedang diomongin. Jika ia rido atas omongan tersebut, maka itu bukanlah ghibah. 

“Ghibah” berasal dari kata “الغيب/ ghaib” yang berarti “tidak ada/ gaib”. Alasannya, korban ghibah pastilah orang yang tidak ada di tempat ghibah sehingga tidak bisa membela diri saat dirinya dijelek-jelekkan. 

Oleh karena itulah Allah swt. menyamakan pelaku ghibah dengan ‘pemakan bangkai’. Sebab, bangkai yang tengah disantap tidak bisa membela diri, iya gak? 

Surat Al-Hujurat
Nama "al-Hujurat" merujuk pada kamar-kamar di rumah Nabi Muhammad
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
(QS. al-Hujurat [49]: 12)

Meski begitu, ada juga ghibah halal

Iya, tidak semua gunjingan tergolong ghibah. 6 gunjingan yang tidak tergolong ghibah di dalam Islam ditulis di dalam Kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi as-Syafi’i berikut:

  • Saat sedang mengadukan kezaliman di muka penegak hukum (at-Tazhallum);
  • Saat sedang meminta tolong dari kezaliman orang lain (al-Isti’anah);
  • Saat sedang meminta fatwa akan sebuah kemaksiatan (al-Istifta’);
  • Saat sedang memperingatkan umat/ khalayak atas kemaksiatan seseorang (at-Tahdzir);
  • Saat sedang menyebutkan ciri-ciri seseorang tanpa maksud merendahkan;
  • Atau saat sedang ngomongin pelaku maksiat yang kemaksiatannya tidak ia tutup-tutupi.

Sekarang, saatnya kita bertobat dari dosa ghibah

Sebelum menghindari ghibah, ada baiknya kita bertobat dahulu atas dosa-dosa ghibah yang telah lalu. Bagi yang ingin menonton langkah-langkahnya, langsung saja menontonnya di bawah;

Setidaknya, ada 3 langkah (2 langkah utama ditambah 1 langkah tambahan) untuk bertaubat dari ghibah, yakni:

1. Langkah saat korban ghibah kita tahu kita ghibahi,

maka segeralah meminta maaf kepadanya. Meminta maaflah secara tulus tanpa membela diri. Insya Allah dengan begitu akan lebih mudah bagi dirinya untuk memaafkan kita. 

Jika masih belum dimaafkan, cobalah datang lagi dengan membawakan hadiah. Tidak jarang kegigihan dan hadiah meruntuhkan tembok ego seseorang. 

2. Langkah saat korban ghibah kita tidak tahu kita ghibahi,

kita tidak perlu meminta maaf langsung kepadanya. Takutnya, saat kita meminta maaf kepada dirinya malah membuat dirinya membenci kita. 

Agar tidak memantik permusuhan di atas, pertobatan kita mula-mula dengan berbalik memuji-muji dirinya di tempat-tempat kita ghibahin dahulu. 

Lalu sering kita doakan kebaikan untuknya serta dihapuskan dosa-dosanya setelah kita meminta hal yang sama untuk diri kita dan keluarga kita. 

3. Langkah tambahan, yaitu dengan bersedekah, berinfak, atau malah berwakaf.

Sudah rahasia umum bahwa bersedekah dapat menghapus dosa-dosa serta menambah pahala pemberinya. Oleh karena itu ada baiknya kita bersedekah air bersih ke Desa Panggungrejo atas nama kita dan korban ghibah kita. 

Dengan bersedekah air bersih ke Desa Panggungrejo, kita dan dirinya dapat meraih pahala jariyah. Sebab, tidak ada manusia yang tidak membutuhkan air, iya kan ya?  

Mari Memutus Siklus Krisis Air Bersih Warga Desa Panggungrejo, Blitar 

Mari bantu mereka sekarang

Barulah sekarang kita akan pelajari 4 kiat menghindari ghibah

1. Perbanyak kegiatan produktif

Disadari atau tidak, syarat utama berghibah ialah memiliki waktu luang. Benar, tidak mungkin kita berghibah saat sedang banyak kerjaan. 

Makanya tidak heran jika kita lihat, dimana saja, para pengangguran selalu menjadi raja gosip. 

2. Alihkan pembicaraan saat ada yang bergunjing

Jika tiba-tiba tongkrongan/ majelis kita mulai bergosip, kita alihkan ke topik yang sama-sama disukai agar teman-teman kita lupa bergosip.

3. Puji-puji yang sedang digunjing

Ketika pergunjingan tidak bisa dialihkan, kita lawan dengan memuji-muji korban ghibah.

4. Jauhi tongkrongannya

Dan kiat terakhir, ya menjauhi tongkrongan. Menjauhnya sebaiknya hanya sementara hingga topik obrolannya sudah tidak lagi gosip-menggosip. 

Kiat terakhir ini perlu dilakukan demi menghindari kita masuk ke dalam golongan yang disitir di ayat di bawah: 

وَإِذَا رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِىٓ ءَايَٰتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيْطَٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain.
Dan jika syaitan menjadikanmu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
(QS. al-An’am [6]: 68)

Beberapa ulama menerangkan “memperolok-olokkan ayat-ayat Kami” bisa berarti juga ‘bermaksiat’. Pertimbangannya, melakukan kemaksiatan bisa disamakan dengan memperolok-olok ayat-ayat larangan.

Dan ghibah termasuk hal yang dilarang lewat Surat al-Hujurat di atas. 

Surat Al-Hujurat
Tags: BWAcara menghindari ghibahGhibahorang lainpembicaraantemantips
Previous Post

Meriahkan World Water Day, BWA Lakukan Kampanye Untuk Bangun Kepedulian Masyarakat

Next Post

Barokah itu ziyadatul khoir, bertambahnya kebaikan!

DigitalBWA

Next Post

Barokah itu ziyadatul khoir, bertambahnya kebaikan!

Please login to join discussion

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kumpulan doa umat Islam

Kumpulan Doa Sehari-hari Dari Al-Quran & Hadits

October 28, 2024
al Quran Jawa Tengah

Wakaf al Quran Untuk Orang Meninggal

May 16, 2025
Kunci kebahagiaan

Bersyukur dan bersabar kunci kebahagiaan menurut Islam

October 28, 2024
jenis-jenis tafsir

Tafsir Al Quran dan Jenis-jenisnya

October 22, 2024

Mendayung untuk Mencari Air Bersih

0

Air Gunungkidul

0

Air Bersih di Tengah Lautan Sampah

0

Al Qur’an Wakaf untuk Orang Sakai

0
Adab dan Etika dalam Islam yang Mulai Dilupakan

Adab dan Etika dalam Islam yang Mulai Dilupakan

August 20, 2025
Menjadi Muslim Produktif: Antara Ibadah dan Aktivitas Dunia

Menjadi Muslim Produktif: Antara Ibadah dan Aktivitas Dunia

August 20, 2025
Islam dan Lingkungan: Menjaga Alam adalah Ibadah

Islam dan Lingkungan: Menjaga Alam adalah Ibadah

August 20, 2025
Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan Modern

Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan Modern

August 13, 2025

Recent News

Adab dan Etika dalam Islam yang Mulai Dilupakan

Adab dan Etika dalam Islam yang Mulai Dilupakan

August 20, 2025
Menjadi Muslim Produktif: Antara Ibadah dan Aktivitas Dunia

Menjadi Muslim Produktif: Antara Ibadah dan Aktivitas Dunia

August 20, 2025
Islam dan Lingkungan: Menjaga Alam adalah Ibadah

Islam dan Lingkungan: Menjaga Alam adalah Ibadah

August 20, 2025
Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan Modern

Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan Modern

August 13, 2025
Blog BWA

Informasi Seputar Wakaf

Follow Us on Social Media

  • Contact Us
  • Syarat dan Ketentuan

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.

No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasi

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.