“Menghindari/ menjauhi ghibah” seringkali kita dengar sebagai nasehat. Kita pun sudah tahu betapa baiknya nasehat ini.
Biarpun begitu, sangat susah kita untuk mengamalkannya. Apalagi ‘kegiatan berdosa’ ini sangat menyenangkan, ya kan??
Tak heran jika ternyata 6 dari 10 orang dewasa senang bergunjing.
Namun, kita sebagai seorang muslim harus berusaha berhenti berghibah. Untuk itu kami telah merangkumkan 4 kiat-kiat praktis menghentikan ghibah. Semuanya tertulis di bawah.
Sebelum itu, yuk kenali ghibah biar mudah menghindari ghibah
Yang akan kamu pelajari
ToggleYang dimaksud “ghibah” itu hanyalah “omongan yang menjelek-jelekkan orang lain di saat dirinya sedang tidak ada”. Pengertian ini sejalan dengan pengertian ghibah ala Rasulullah Muhammad saw.:
Dari hadits di atas jugalah dapat kita pahami bahwa penentu suatu omongan termasuk ghibah atau tidak hanyalah orang yang sedang diomongin. Jika ia rido atas omongan tersebut, maka itu bukanlah ghibah.
“Ghibah” berasal dari kata “الغيب/ ghaib” yang berarti “tidak ada/ gaib”. Alasannya, korban ghibah pastilah orang yang tidak ada di tempat ghibah sehingga tidak bisa membela diri saat dirinya dijelek-jelekkan.
Oleh karena itulah Allah swt. menyamakan pelaku ghibah dengan ‘pemakan bangkai’. Sebab, bangkai yang tengah disantap tidak bisa membela diri, iya gak?

Meski begitu, ada juga ghibah halal
Iya, tidak semua gunjingan tergolong ghibah. 6 gunjingan yang tidak tergolong ghibah di dalam Islam ditulis di dalam Kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi as-Syafi’i berikut:
- Saat sedang mengadukan kezaliman di muka penegak hukum (at-Tazhallum);
- Saat sedang meminta tolong dari kezaliman orang lain (al-Isti’anah);
- Saat sedang meminta fatwa akan sebuah kemaksiatan (al-Istifta’);
- Saat sedang memperingatkan umat/ khalayak atas kemaksiatan seseorang (at-Tahdzir);
- Saat sedang menyebutkan ciri-ciri seseorang tanpa maksud merendahkan;
- Atau saat sedang ngomongin pelaku maksiat yang kemaksiatannya tidak ia tutup-tutupi.
Sekarang, saatnya kita bertobat dari dosa ghibah
Sebelum menghindari ghibah, ada baiknya kita bertobat dahulu atas dosa-dosa ghibah yang telah lalu. Bagi yang ingin menonton langkah-langkahnya, langsung saja menontonnya di bawah;
Setidaknya, ada 3 langkah (2 langkah utama ditambah 1 langkah tambahan) untuk bertaubat dari ghibah, yakni:
1. Langkah saat korban ghibah kita tahu kita ghibahi,
maka segeralah meminta maaf kepadanya. Meminta maaflah secara tulus tanpa membela diri. Insya Allah dengan begitu akan lebih mudah bagi dirinya untuk memaafkan kita.
Jika masih belum dimaafkan, cobalah datang lagi dengan membawakan hadiah. Tidak jarang kegigihan dan hadiah meruntuhkan tembok ego seseorang.
2. Langkah saat korban ghibah kita tidak tahu kita ghibahi,
kita tidak perlu meminta maaf langsung kepadanya. Takutnya, saat kita meminta maaf kepada dirinya malah membuat dirinya membenci kita.
Agar tidak memantik permusuhan di atas, pertobatan kita mula-mula dengan berbalik memuji-muji dirinya di tempat-tempat kita ghibahin dahulu.
Lalu sering kita doakan kebaikan untuknya serta dihapuskan dosa-dosanya setelah kita meminta hal yang sama untuk diri kita dan keluarga kita.
3. Langkah tambahan, yaitu dengan bersedekah, berinfak, atau malah berwakaf.
Sudah rahasia umum bahwa bersedekah dapat menghapus dosa-dosa serta menambah pahala pemberinya. Oleh karena itu ada baiknya kita bersedekah air bersih ke Desa Panggungrejo atas nama kita dan korban ghibah kita.
Dengan bersedekah air bersih ke Desa Panggungrejo, kita dan dirinya dapat meraih pahala jariyah. Sebab, tidak ada manusia yang tidak membutuhkan air, iya kan ya?
Barulah sekarang kita akan pelajari 4 kiat menghindari ghibah
1. Perbanyak kegiatan produktif
Disadari atau tidak, syarat utama berghibah ialah memiliki waktu luang. Benar, tidak mungkin kita berghibah saat sedang banyak kerjaan.
Makanya tidak heran jika kita lihat, dimana saja, para pengangguran selalu menjadi raja gosip.
2. Alihkan pembicaraan saat ada yang bergunjing
Jika tiba-tiba tongkrongan/ majelis kita mulai bergosip, kita alihkan ke topik yang sama-sama disukai agar teman-teman kita lupa bergosip.
3. Puji-puji yang sedang digunjing
Ketika pergunjingan tidak bisa dialihkan, kita lawan dengan memuji-muji korban ghibah.
4. Jauhi tongkrongannya
Dan kiat terakhir, ya menjauhi tongkrongan. Menjauhnya sebaiknya hanya sementara hingga topik obrolannya sudah tidak lagi gosip-menggosip.
Kiat terakhir ini perlu dilakukan demi menghindari kita masuk ke dalam golongan yang disitir di ayat di bawah:
Beberapa ulama menerangkan “memperolok-olokkan ayat-ayat Kami” bisa berarti juga ‘bermaksiat’. Pertimbangannya, melakukan kemaksiatan bisa disamakan dengan memperolok-olok ayat-ayat larangan.
Dan ghibah termasuk hal yang dilarang lewat Surat al-Hujurat di atas.

“Menghindari/ menjauhi ghibah” seringkali kita dengar sebagai nasehat. Kita pun sudah tahu betapa baiknya nasehat ini.
Biarpun begitu, sangat susah kita untuk mengamalkannya. Apalagi ‘kegiatan berdosa’ ini sangat menyenangkan, ya kan??
Tak heran jika ternyata 6 dari 10 orang dewasa senang bergunjing.
Namun, kita sebagai seorang muslim harus berusaha berhenti berghibah. Untuk itu kami telah merangkumkan 4 kiat-kiat praktis menghentikan ghibah. Semuanya tertulis di bawah.
Sebelum itu, yuk kenali ghibah biar mudah menghindari ghibah
Yang dimaksud “ghibah” itu hanyalah “omongan yang menjelek-jelekkan orang lain di saat dirinya sedang tidak ada”. Pengertian ini sejalan dengan pengertian ghibah ala Rasulullah Muhammad saw.:
Dari hadits di atas jugalah dapat kita pahami bahwa penentu suatu omongan termasuk ghibah atau tidak hanyalah orang yang sedang diomongin. Jika ia rido atas omongan tersebut, maka itu bukanlah ghibah.
“Ghibah” berasal dari kata “الغيب/ ghaib” yang berarti “tidak ada/ gaib”. Alasannya, korban ghibah pastilah orang yang tidak ada di tempat ghibah sehingga tidak bisa membela diri saat dirinya dijelek-jelekkan.
Oleh karena itulah Allah swt. menyamakan pelaku ghibah dengan ‘pemakan bangkai’. Sebab, bangkai yang tengah disantap tidak bisa membela diri, iya gak?

Meski begitu, ada juga ghibah halal
Iya, tidak semua gunjingan tergolong ghibah. 6 gunjingan yang tidak tergolong ghibah di dalam Islam ditulis di dalam Kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi as-Syafi’i berikut:
- Saat sedang mengadukan kezaliman di muka penegak hukum (at-Tazhallum);
- Saat sedang meminta tolong dari kezaliman orang lain (al-Isti’anah);
- Saat sedang meminta fatwa akan sebuah kemaksiatan (al-Istifta’);
- Saat sedang memperingatkan umat/ khalayak atas kemaksiatan seseorang (at-Tahdzir);
- Saat sedang menyebutkan ciri-ciri seseorang tanpa maksud merendahkan;
- Atau saat sedang ngomongin pelaku maksiat yang kemaksiatannya tidak ia tutup-tutupi.
Sekarang, saatnya kita bertobat dari dosa ghibah
Sebelum menghindari ghibah, ada baiknya kita bertobat dahulu atas dosa-dosa ghibah yang telah lalu. Bagi yang ingin menonton langkah-langkahnya, langsung saja menontonnya di bawah;
Setidaknya, ada 3 langkah (2 langkah utama ditambah 1 langkah tambahan) untuk bertaubat dari ghibah, yakni:
1. Langkah saat korban ghibah kita tahu kita ghibahi,
maka segeralah meminta maaf kepadanya. Meminta maaflah secara tulus tanpa membela diri. Insya Allah dengan begitu akan lebih mudah bagi dirinya untuk memaafkan kita.
Jika masih belum dimaafkan, cobalah datang lagi dengan membawakan hadiah. Tidak jarang kegigihan dan hadiah meruntuhkan tembok ego seseorang.
2. Langkah saat korban ghibah kita tidak tahu kita ghibahi,
kita tidak perlu meminta maaf langsung kepadanya. Takutnya, saat kita meminta maaf kepada dirinya malah membuat dirinya membenci kita.
Agar tidak memantik permusuhan di atas, pertobatan kita mula-mula dengan berbalik memuji-muji dirinya di tempat-tempat kita ghibahin dahulu.
Lalu sering kita doakan kebaikan untuknya serta dihapuskan dosa-dosanya setelah kita meminta hal yang sama untuk diri kita dan keluarga kita.
3. Langkah tambahan, yaitu dengan bersedekah, berinfak, atau malah berwakaf.
Sudah rahasia umum bahwa bersedekah dapat menghapus dosa-dosa serta menambah pahala pemberinya. Oleh karena itu ada baiknya kita bersedekah air bersih ke Desa Panggungrejo atas nama kita dan korban ghibah kita.
Dengan bersedekah air bersih ke Desa Panggungrejo, kita dan dirinya dapat meraih pahala jariyah. Sebab, tidak ada manusia yang tidak membutuhkan air, iya kan ya?
Barulah sekarang kita akan pelajari 4 kiat menghindari ghibah
1. Perbanyak kegiatan produktif
Disadari atau tidak, syarat utama berghibah ialah memiliki waktu luang. Benar, tidak mungkin kita berghibah saat sedang banyak kerjaan.
Makanya tidak heran jika kita lihat, dimana saja, para pengangguran selalu menjadi raja gosip.
2. Alihkan pembicaraan saat ada yang bergunjing
Jika tiba-tiba tongkrongan/ majelis kita mulai bergosip, kita alihkan ke topik yang sama-sama disukai agar teman-teman kita lupa bergosip.
3. Puji-puji yang sedang digunjing
Ketika pergunjingan tidak bisa dialihkan, kita lawan dengan memuji-muji korban ghibah.
4. Jauhi tongkrongannya
Dan kiat terakhir, ya menjauhi tongkrongan. Menjauhnya sebaiknya hanya sementara hingga topik obrolannya sudah tidak lagi gosip-menggosip.
Kiat terakhir ini perlu dilakukan demi menghindari kita masuk ke dalam golongan yang disitir di ayat di bawah:
Beberapa ulama menerangkan “memperolok-olokkan ayat-ayat Kami” bisa berarti juga ‘bermaksiat’. Pertimbangannya, melakukan kemaksiatan bisa disamakan dengan memperolok-olok ayat-ayat larangan.
Dan ghibah termasuk hal yang dilarang lewat Surat al-Hujurat di atas.
