Bagi kita yang muslim, mudah saja menerangkan apa itu wudhu. Bahkan, kita akan merasa senang jika harus mengajarkan tata cara wudhu kepada teman atau malah anak sendiri.
Penguasaan kita akan amal ibadah sebelum shalat ini sudah semestinya kita lakukan lantaran Rukun Islam kedua kita, shalat fardhu/ 5 waktu, tidak akan bisa sah tanpa berwudhu sebelumnya.
Namun, sering kita abaikan seberapa benar tata cara berwudhu kita? Apa jangan-jangan selama ini kita salah mengerti penjelasan ustadz kita dahulu saat menjelaskan tata caranya?
Kami mengerti kebingunganmu di atas. Untuk itu kami tuliskan konten ini agar kamu memiliki juntrungan tata cara wudhu. Kami sandarkan konten ini kepada tatacara berwudhunya Sahabat Nabi termulia ketiga,
Sahabat Nabi yang seringkali disanjung-sanjung ketika kita shalat tarawih, Sahabat Utsman bin Khattab ra. sang khalifah ketiga.
Tak lupa kami lengkapi dengan video praktek cara berwudhu. Makanya, jangan sampe skip ya … 🫵
Mulai dari makna wudhu dulu
Yang akan kamu pelajari
Toggle
“Wudhu” pada mulanya berarti “membersihkan; memperindah”. Dari arti tersebut akhirnya “wudhu” menjadi nama ibadah “membersihkan anggota-anggota ujung tubuh sebelum mendirikan shalat sebagaimana yang Rasulullah contohkan”.
Wudhu termasuk ibadah yang mula-mula dikerjakan, bahkan sejak umat Rasulullah saw. masih dapat dihitung jari.
Yang dibersihkan air wudhu

Syaikh Sayyid Salim menuliskan, najis, khabats dan hadas itu mencakup benda-benda keluaran lubang-lubang bawah manusia selain air mani, bangkai hewan selain belalang dan hewan air, hewan-hewan haram, bekas minuman binatang buas, ataupun selain itu yang kenajisan/ ke-khabats-an/ kehadasannya tertulis jelas di dalam Al-Quran/ hadits/ ijma sahabat.
Air wudhu akan menghilangkan hadas-hadas kecil yang menempel pada lengan atas, kepala, dan kaki. Iya, bagian-bagian tubuh tersebut yang harus dipastikan kebersihannya dari hadas kecil sekalipun karena Allah Azza wa Jalla meminta seperti itu.
Baru ngomongin tata cara wudhu
Secara garis besar, tata cara wudhu kita selaku umat akhir zaman berkiblat pada ajaran Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, atau tidak ya Ibnu Affan yang tidak lain adalah Sahabat Utsman bin Affan ra.
Di Indonesia sendiri banyak dari umat lebih condong kepada ajaran Khalifah ketiga Utsman bin Affan berikut:
Keseluruhannya, dari keterangan hadits di atas, ada 8 langkah berwudhu yang diajarkan Ibnu Affan ra. di atas. Kedelapannya akan kami paparkan di bawah.
Akan tetapi, bagi kamu yang lagi luang banget, kamu bisa melihat sendiri bagaimana cara berwudhu Khalifah Utsman melalui kanal Ustadz Adi Hidayat berikut:
Sedangkan untuk kamu yang sebentar lagi masih harus berkegiatan, kamu bisa menyalin dahulu 8 langkah di bawah. Silakan kamu simpan salinan ke 8 langkah tadi ke dalam aplikasi notes /catatan.
8 tata cara berwudhu
Ke 8 tatacara wudhu ini merupakan ringkasan dari penjelasan Ustadz Adi Hidayat di atas. UAH merekam wudhunya dilandaskan pada riwayat Utsman bin Affan ra.
- Berniat wudhu
Sama seperti ibadah yang lain, berwudhu juga harus diniatkan. Yang dimaksud niat ialah “berjanji kepada diri sendiri akan melakukan suatu perbuatan yang diridhoi Allah semata”.
Dengan perjanjian seperti itu niat tidak perlu diucapkan.
- Membasuh telapak tangan
- Berkumur dan beristinsyaq
“Istinsyaq” bermakna “menghirup air ke dalam hidung lalu dikeluarkan lagi”. Lakukanlah istinsyaq setelah air masuk ke dalam mulut.
- Membasuh muka
“Muka” ialah “bagian kepala selain telinga yang tidak ditumbuhi rambut selain janggut”. Jika janggutmu panjang maka sela-selalah dengan jari-jemarimu.

- Membasuh kedua lengan atas dari jari hingga siku
“Lengan atas” itu “dimulai dari siku hingga ujung jari”. Akan tetapi saat berwudhu,aliran air dialirkan dari jari-jemari ke siku.
Basuhlah dari lengan atas kanan 1-3 kali baru lakukan yang serupa di lengan atas kirinya.
- Mengusap kepala dan kedua daun telinga
Sebenarnya yang wajib diusap itu kepala. Adapun mengusap telinga termasuk penyempurnaan wudhu (sunnah wudhu).
Mulailah dengan mengusap seluruh bagian kepala dari depan ke belakang lalu kembali lagi ke depan dalam sekali gerakan.
Setelah itu baru usap seluruh daun telinga luar dan dalam dengan memasukkan jari telunjuk ke lobang telinga biar kotoran telinganya bisa dikorek.
- Membasuh kaki
Cara memulai basuhannya sama seperti nomor 5 di atas, yakni sama-sama dimulai dari jari-jemari kaki kanan. Sela-selalah jari-jemarimu itu dengan maksud membersihkan kotoran yang menempel. Baru setelah itu dilanjutkan dengan membasuh hingga ke tumit dan kemudian basuhannya dinaikkan hingga ke mata kaki.
Setelah selesai yang kanan, lakukan gerakan yang sama pada kaki kirinya.
- Tertib
Sebenarnya tatacara nomor 8 ini mirip seperti yang 1, sama-sama bukanlah sebuah gerakan namun termasuk yang menentukan keabsahan wudhu.
Iya, tatacara di atas harus dilakukan satu per satu agar sah wudhunya (sebagaimana yang dicontohkan Ustadz Adi Hidayat di Youtube sebelumnya).
Sekali saja tidak berurutan maka wudhunya harus diulangi.
Catatan: Dari berbagai sumber dan telah disunting sesuai keperluan.
Bagi kita yang muslim, mudah saja menerangkan apa itu wudhu. Bahkan, kita akan merasa senang jika harus mengajarkan tata cara wudhu kepada teman atau malah anak sendiri.
Penguasaan kita akan amal ibadah sebelum shalat ini sudah semestinya kita lakukan lantaran Rukun Islam kedua kita, shalat fardhu/ 5 waktu, tidak akan bisa sah tanpa berwudhu sebelumnya.
Namun, sering kita abaikan seberapa benar tata cara berwudhu kita? Apa jangan-jangan selama ini kita salah mengerti penjelasan ustadz kita dahulu saat menjelaskan tata caranya?
Kami mengerti kebingunganmu di atas. Untuk itu kami tuliskan konten ini agar kamu memiliki juntrungan tata cara wudhu. Kami sandarkan konten ini kepada tatacara berwudhunya Sahabat Nabi termulia ketiga,
Sahabat Nabi yang seringkali disanjung-sanjung ketika kita shalat tarawih, Sahabat Utsman bin Khattab ra. sang khalifah ketiga.
Tak lupa kami lengkapi dengan video praktek cara berwudhu. Makanya, jangan sampe skip ya … 🫵
Mulai dari makna wudhu dulu

“Wudhu” pada mulanya berarti “membersihkan; memperindah”. Dari arti tersebut akhirnya “wudhu” menjadi nama ibadah “membersihkan anggota-anggota ujung tubuh sebelum mendirikan shalat sebagaimana yang Rasulullah contohkan”.
Wudhu termasuk ibadah yang mula-mula dikerjakan, bahkan sejak umat Rasulullah saw. masih dapat dihitung jari.
Yang dibersihkan air wudhu

Syaikh Sayyid Salim menuliskan, najis, khabats dan hadas itu mencakup benda-benda keluaran lubang-lubang bawah manusia selain air mani, bangkai hewan selain belalang dan hewan air, hewan-hewan haram, bekas minuman binatang buas, ataupun selain itu yang kenajisan/ ke-khabats-an/ kehadasannya tertulis jelas di dalam Al-Quran/ hadits/ ijma sahabat.
Air wudhu akan menghilangkan hadas-hadas kecil yang menempel pada lengan atas, kepala, dan kaki. Iya, bagian-bagian tubuh tersebut yang harus dipastikan kebersihannya dari hadas kecil sekalipun karena Allah Azza wa Jalla meminta seperti itu.
Baru ngomongin tata cara wudhu
Secara garis besar, tata cara wudhu kita selaku umat akhir zaman berkiblat pada ajaran Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, atau tidak ya Ibnu Affan yang tidak lain adalah Sahabat Utsman bin Affan ra.
Di Indonesia sendiri banyak dari umat lebih condong kepada ajaran Khalifah ketiga Utsman bin Affan berikut:
Keseluruhannya, dari keterangan hadits di atas, ada 8 langkah berwudhu yang diajarkan Ibnu Affan ra. di atas. Kedelapannya akan kami paparkan di bawah.
Akan tetapi, bagi kamu yang lagi luang banget, kamu bisa melihat sendiri bagaimana cara berwudhu Khalifah Utsman melalui kanal Ustadz Adi Hidayat berikut:
Sedangkan untuk kamu yang sebentar lagi masih harus berkegiatan, kamu bisa menyalin dahulu 8 langkah di bawah. Silakan kamu simpan salinan ke 8 langkah tadi ke dalam aplikasi notes /catatan.
8 tata cara berwudhu
Ke 8 tatacara wudhu ini merupakan ringkasan dari penjelasan Ustadz Adi Hidayat di atas. UAH merekam wudhunya dilandaskan pada riwayat Utsman bin Affan ra.
- Berniat wudhu
Sama seperti ibadah yang lain, berwudhu juga harus diniatkan. Yang dimaksud niat ialah “berjanji kepada diri sendiri akan melakukan suatu perbuatan yang diridhoi Allah semata”.
Dengan perjanjian seperti itu niat tidak perlu diucapkan.
- Membasuh telapak tangan
- Berkumur dan beristinsyaq
“Istinsyaq” bermakna “menghirup air ke dalam hidung lalu dikeluarkan lagi”. Lakukanlah istinsyaq setelah air masuk ke dalam mulut.
- Membasuh muka
“Muka” ialah “bagian kepala selain telinga yang tidak ditumbuhi rambut selain janggut”. Jika janggutmu panjang maka sela-selalah dengan jari-jemarimu.

- Membasuh kedua lengan atas dari jari hingga siku
“Lengan atas” itu “dimulai dari siku hingga ujung jari”. Akan tetapi saat berwudhu,aliran air dialirkan dari jari-jemari ke siku.
Basuhlah dari lengan atas kanan 1-3 kali baru lakukan yang serupa di lengan atas kirinya.
- Mengusap kepala dan kedua daun telinga
Sebenarnya yang wajib diusap itu kepala. Adapun mengusap telinga termasuk penyempurnaan wudhu (sunnah wudhu).
Mulailah dengan mengusap seluruh bagian kepala dari depan ke belakang lalu kembali lagi ke depan dalam sekali gerakan.
Setelah itu baru usap seluruh daun telinga luar dan dalam dengan memasukkan jari telunjuk ke lobang telinga biar kotoran telinganya bisa dikorek.
- Membasuh kaki
Cara memulai basuhannya sama seperti nomor 5 di atas, yakni sama-sama dimulai dari jari-jemari kaki kanan. Sela-selalah jari-jemarimu itu dengan maksud membersihkan kotoran yang menempel. Baru setelah itu dilanjutkan dengan membasuh hingga ke tumit dan kemudian basuhannya dinaikkan hingga ke mata kaki.
Setelah selesai yang kanan, lakukan gerakan yang sama pada kaki kirinya.
- Tertib
Sebenarnya tatacara nomor 8 ini mirip seperti yang 1, sama-sama bukanlah sebuah gerakan namun termasuk yang menentukan keabsahan wudhu.
Iya, tatacara di atas harus dilakukan satu per satu agar sah wudhunya (sebagaimana yang dicontohkan Ustadz Adi Hidayat di Youtube sebelumnya).
Sekali saja tidak berurutan maka wudhunya harus diulangi.
Catatan: Dari berbagai sumber dan telah disunting sesuai keperluan.