• About BWA
  • Partnership
  • Tokoh
  • Wakif
Blog BWA
Advertisement
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasi
No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasi
No Result
View All Result
Blog BWA
No Result
View All Result
Home Artikel

Tata Cara Wudhu ala Sahabat Nabi Utsman bin Affan ra.

by DigitalBWA
March 21, 2025
in Artikel, Fiqih, Tsaqofah
0
Tata Cara Wudhu ala Sahabat Nabi Utsman bin Affan ra.
0
SHARES
160
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi kita yang muslim, mudah saja menerangkan apa itu wudhu. Bahkan, kita akan merasa senang jika harus mengajarkan tata cara wudhu kepada teman atau malah anak sendiri. 

Penguasaan kita akan amal ibadah sebelum shalat ini sudah semestinya kita lakukan lantaran Rukun Islam kedua kita, shalat fardhu/ 5 waktu, tidak akan bisa sah tanpa berwudhu sebelumnya. 

“Tidak akan diterima shalat yang dilakukan tanpa bersuci (berwudhu), dan tidak akan diterima sedekah yang berasal dari harta curian."
(HR. Tirmidzi).

Namun, sering kita abaikan seberapa benar tata cara berwudhu kita? Apa jangan-jangan selama ini kita salah mengerti penjelasan ustadz kita dahulu saat menjelaskan tata caranya? 

Kami mengerti kebingunganmu di atas. Untuk itu kami tuliskan konten ini agar kamu memiliki juntrungan tata cara wudhu. Kami sandarkan konten ini kepada tatacara berwudhunya Sahabat Nabi termulia ketiga, 

Sahabat Nabi yang seringkali disanjung-sanjung ketika kita shalat tarawih, Sahabat Utsman bin Khattab ra. sang khalifah ketiga. 

Tak lupa kami lengkapi dengan video praktek cara berwudhu. Makanya, jangan sampe skip ya … 🫵

Mulai dari makna wudhu dulu

Yang akan kamu pelajari

Toggle
  • Mulai dari makna wudhu dulu
    • Yang dibersihkan air wudhu
  • Baru ngomongin tata cara wudhu
    • 8 tata cara berwudhu
tata cara wudhu
UAH mencontohkan cara berwudhu seperti para sahabat

“Wudhu” pada mulanya berarti “membersihkan; memperindah”. Dari arti tersebut akhirnya “wudhu” menjadi nama ibadah “membersihkan anggota-anggota ujung tubuh sebelum mendirikan shalat sebagaimana yang Rasulullah contohkan”. 

Wudhu termasuk ibadah yang mula-mula dikerjakan, bahkan sejak umat Rasulullah saw. masih dapat dihitung jari. 

“... Kemudian Jibril alaihissalam mendatangi Rasulullah ketika sudah diwajibkan shalat. Kemudian Malaikat Jibril menekan tumitnya pada salah satu sisi lembah yang kemudian terpancarlah mata air dingin. (Mata air itu) digunakan oleh malaikat Jibril dan Nabi Muhammad saw. berwudhu. Setelahnya (setelah berwudhu), mereka mendirikan shalat dua rakaat dengan empat sujud. Lalu Nabi pulang ke rumah.
Ternyata, mata airnya tetap memancar atas izin Allah. (Mengetahui hal itu,) senanglah perasaan Rasulullah sehingga ia kembali ke mata air tersebut dengan mengajak Khadijah untuk mendirikan shalat. (Sesampainya di sana,) keduanya berwudhu seperti yang diajarkan Jibril lalu shalat dua rakaat dengan empat sujud secara sembunyi-sembunyi.”
(HR. Al-Baihaqi)

Yang dibersihkan air wudhu

tata cara wudhu
Kitab fikih bebersih karya Sayyid Salim

Syaikh Sayyid Salim menuliskan, najis, khabats  dan hadas itu mencakup benda-benda keluaran lubang-lubang bawah manusia selain air mani, bangkai hewan selain belalang dan hewan air, hewan-hewan haram, bekas minuman binatang buas, ataupun selain itu yang kenajisan/ ke-khabats-an/ kehadasannya tertulis jelas di dalam Al-Quran/ hadits/ ijma sahabat. 

Air wudhu akan menghilangkan hadas-hadas kecil yang menempel pada lengan atas, kepala, dan kaki. Iya, bagian-bagian tubuh tersebut yang harus dipastikan kebersihannya dari hadas kecil sekalipun karena Allah Azza wa Jalla meminta seperti itu.

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah..."
(QS. Al-Maidah [5]:6)

Baru ngomongin tata cara wudhu

Secara garis besar, tata cara wudhu kita selaku umat akhir zaman berkiblat pada ajaran Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, atau tidak ya Ibnu Affan yang tidak lain adalah Sahabat Utsman bin Affan ra. 

Di Indonesia sendiri banyak dari umat lebih condong kepada ajaran Khalifah ketiga Utsman bin Affan berikut: 

"Utsman bin ‘Affan pernah meminta diambilkan air lalu berwudhulah ia. Ia basuh kedua telapak tangannya tiga kali. Setelahnya dilanjutkan dengan berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya (istinsyaq)."
Kemudian dibasuhlah wajahnya tiga kali. Lalu diiringi dengan membasuh lengan kanannya hingga ke siku tiga kali, pun lengan kirinya. Setelahnya, ia usap kepalanya sebelum lantas membasuh kaki kanannya hingga ke mata kaki tiga kali, begitu pula dengan kaki kirinya.
Setelahnya ia berkata (kepada pemberi air)), “Aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudhu sebagaimana wudhuku ini lalu bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dilanjut shalat dua raka’at dan tidak berkata-kata dalam hati dalam kedua raka’at tadi (shalat dengan khusyuk), maka terampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.’”
(Shahih Muslim no. 226).

Keseluruhannya, dari keterangan hadits di atas, ada 8 langkah berwudhu yang diajarkan Ibnu Affan ra. di atas. Kedelapannya akan kami paparkan di bawah. 

Akan tetapi, bagi kamu yang lagi luang banget, kamu bisa melihat sendiri bagaimana cara berwudhu Khalifah Utsman melalui kanal Ustadz Adi Hidayat berikut: 

Sedangkan untuk kamu yang sebentar lagi masih harus berkegiatan, kamu bisa menyalin dahulu 8 langkah di bawah. Silakan kamu simpan salinan ke 8 langkah tadi ke dalam aplikasi notes /catatan. 

8 tata cara berwudhu

Ke 8 tatacara wudhu ini merupakan ringkasan dari penjelasan Ustadz Adi Hidayat di atas. UAH merekam wudhunya dilandaskan pada riwayat Utsman bin Affan ra. 

  • Berniat wudhu

Sama seperti ibadah yang lain, berwudhu juga harus diniatkan. Yang dimaksud niat ialah “berjanji kepada diri sendiri akan melakukan suatu perbuatan yang diridhoi Allah semata”. 

Dengan perjanjian seperti itu niat tidak perlu diucapkan. 

  • Membasuh telapak tangan
  • Berkumur dan beristinsyaq

“Istinsyaq” bermakna “menghirup air ke dalam hidung lalu dikeluarkan lagi”. Lakukanlah istinsyaq setelah air masuk ke dalam mulut. 

  • Membasuh muka

“Muka” ialah “bagian kepala selain telinga yang tidak ditumbuhi rambut selain janggut”. Jika janggutmu panjang maka sela-selalah dengan jari-jemarimu. 

Tata cara wudhu
UAH mencontohkan membasuh janggut
  • Membasuh kedua lengan atas dari jari hingga siku

“Lengan atas” itu “dimulai dari siku hingga ujung jari”. Akan tetapi saat berwudhu,aliran air dialirkan dari jari-jemari ke siku. 

Basuhlah dari lengan atas kanan 1-3 kali baru lakukan yang serupa di lengan atas kirinya.

  • Mengusap kepala dan kedua daun telinga

Sebenarnya yang wajib diusap itu kepala. Adapun mengusap telinga termasuk penyempurnaan wudhu (sunnah wudhu). 

Mulailah dengan mengusap seluruh bagian kepala dari depan ke belakang lalu kembali lagi ke depan dalam sekali gerakan. 

Setelah itu baru usap seluruh daun telinga luar dan dalam dengan memasukkan jari telunjuk ke lobang telinga biar kotoran telinganya bisa dikorek.

  • Membasuh kaki

Cara memulai basuhannya sama seperti nomor 5 di atas, yakni sama-sama dimulai dari jari-jemari kaki kanan. Sela-selalah jari-jemarimu itu dengan maksud membersihkan kotoran yang menempel. Baru setelah itu dilanjutkan dengan membasuh hingga ke tumit dan kemudian basuhannya dinaikkan hingga ke mata kaki. 

Setelah selesai yang kanan, lakukan gerakan yang sama pada kaki kirinya.

  • Tertib

Sebenarnya tatacara nomor 8 ini mirip seperti yang 1, sama-sama bukanlah sebuah gerakan namun termasuk yang menentukan keabsahan wudhu. 

Iya, tatacara di atas harus dilakukan satu per satu agar sah wudhunya (sebagaimana yang dicontohkan Ustadz Adi Hidayat di Youtube sebelumnya). 

Sekali saja tidak berurutan maka wudhunya harus diulangi. 

Catatan: Dari berbagai sumber dan telah disunting sesuai keperluan.

Bagi kita yang muslim, mudah saja menerangkan apa itu wudhu. Bahkan, kita akan merasa senang jika harus mengajarkan tata cara wudhu kepada teman atau malah anak sendiri. 

Penguasaan kita akan amal ibadah sebelum shalat ini sudah semestinya kita lakukan lantaran Rukun Islam kedua kita, shalat fardhu/ 5 waktu, tidak akan bisa sah tanpa berwudhu sebelumnya. 

“Tidak akan diterima shalat yang dilakukan tanpa bersuci (berwudhu), dan tidak akan diterima sedekah yang berasal dari harta curian."
(HR. Tirmidzi).

Namun, sering kita abaikan seberapa benar tata cara berwudhu kita? Apa jangan-jangan selama ini kita salah mengerti penjelasan ustadz kita dahulu saat menjelaskan tata caranya? 

Kami mengerti kebingunganmu di atas. Untuk itu kami tuliskan konten ini agar kamu memiliki juntrungan tata cara wudhu. Kami sandarkan konten ini kepada tatacara berwudhunya Sahabat Nabi termulia ketiga, 

Sahabat Nabi yang seringkali disanjung-sanjung ketika kita shalat tarawih, Sahabat Utsman bin Khattab ra. sang khalifah ketiga. 

Tak lupa kami lengkapi dengan video praktek cara berwudhu. Makanya, jangan sampe skip ya … 🫵

Mulai dari makna wudhu dulu

tata cara wudhu
UAH mencontohkan cara berwudhu seperti para sahabat

“Wudhu” pada mulanya berarti “membersihkan; memperindah”. Dari arti tersebut akhirnya “wudhu” menjadi nama ibadah “membersihkan anggota-anggota ujung tubuh sebelum mendirikan shalat sebagaimana yang Rasulullah contohkan”. 

Wudhu termasuk ibadah yang mula-mula dikerjakan, bahkan sejak umat Rasulullah saw. masih dapat dihitung jari. 

“... Kemudian Jibril alaihissalam mendatangi Rasulullah ketika sudah diwajibkan shalat. Kemudian Malaikat Jibril menekan tumitnya pada salah satu sisi lembah yang kemudian terpancarlah mata air dingin. (Mata air itu) digunakan oleh malaikat Jibril dan Nabi Muhammad saw. berwudhu. Setelahnya (setelah berwudhu), mereka mendirikan shalat dua rakaat dengan empat sujud. Lalu Nabi pulang ke rumah.
Ternyata, mata airnya tetap memancar atas izin Allah. (Mengetahui hal itu,) senanglah perasaan Rasulullah sehingga ia kembali ke mata air tersebut dengan mengajak Khadijah untuk mendirikan shalat. (Sesampainya di sana,) keduanya berwudhu seperti yang diajarkan Jibril lalu shalat dua rakaat dengan empat sujud secara sembunyi-sembunyi.”
(HR. Al-Baihaqi)

Yang dibersihkan air wudhu

tata cara wudhu
Kitab fikih bebersih karya Sayyid Salim

Syaikh Sayyid Salim menuliskan, najis, khabats  dan hadas itu mencakup benda-benda keluaran lubang-lubang bawah manusia selain air mani, bangkai hewan selain belalang dan hewan air, hewan-hewan haram, bekas minuman binatang buas, ataupun selain itu yang kenajisan/ ke-khabats-an/ kehadasannya tertulis jelas di dalam Al-Quran/ hadits/ ijma sahabat. 

Air wudhu akan menghilangkan hadas-hadas kecil yang menempel pada lengan atas, kepala, dan kaki. Iya, bagian-bagian tubuh tersebut yang harus dipastikan kebersihannya dari hadas kecil sekalipun karena Allah Azza wa Jalla meminta seperti itu.

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah..."
(QS. Al-Maidah [5]:6)

Baru ngomongin tata cara wudhu

Secara garis besar, tata cara wudhu kita selaku umat akhir zaman berkiblat pada ajaran Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, atau tidak ya Ibnu Affan yang tidak lain adalah Sahabat Utsman bin Affan ra. 

Di Indonesia sendiri banyak dari umat lebih condong kepada ajaran Khalifah ketiga Utsman bin Affan berikut: 

"Utsman bin ‘Affan pernah meminta diambilkan air lalu berwudhulah ia. Ia basuh kedua telapak tangannya tiga kali. Setelahnya dilanjutkan dengan berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya (istinsyaq)."
Kemudian dibasuhlah wajahnya tiga kali. Lalu diiringi dengan membasuh lengan kanannya hingga ke siku tiga kali, pun lengan kirinya. Setelahnya, ia usap kepalanya sebelum lantas membasuh kaki kanannya hingga ke mata kaki tiga kali, begitu pula dengan kaki kirinya.
Setelahnya ia berkata (kepada pemberi air)), “Aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudhu sebagaimana wudhuku ini lalu bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dilanjut shalat dua raka’at dan tidak berkata-kata dalam hati dalam kedua raka’at tadi (shalat dengan khusyuk), maka terampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.’”
(Shahih Muslim no. 226).

Keseluruhannya, dari keterangan hadits di atas, ada 8 langkah berwudhu yang diajarkan Ibnu Affan ra. di atas. Kedelapannya akan kami paparkan di bawah. 

Akan tetapi, bagi kamu yang lagi luang banget, kamu bisa melihat sendiri bagaimana cara berwudhu Khalifah Utsman melalui kanal Ustadz Adi Hidayat berikut: 

Sedangkan untuk kamu yang sebentar lagi masih harus berkegiatan, kamu bisa menyalin dahulu 8 langkah di bawah. Silakan kamu simpan salinan ke 8 langkah tadi ke dalam aplikasi notes /catatan. 

8 tata cara berwudhu

Ke 8 tatacara wudhu ini merupakan ringkasan dari penjelasan Ustadz Adi Hidayat di atas. UAH merekam wudhunya dilandaskan pada riwayat Utsman bin Affan ra. 

  • Berniat wudhu

Sama seperti ibadah yang lain, berwudhu juga harus diniatkan. Yang dimaksud niat ialah “berjanji kepada diri sendiri akan melakukan suatu perbuatan yang diridhoi Allah semata”. 

Dengan perjanjian seperti itu niat tidak perlu diucapkan. 

  • Membasuh telapak tangan
  • Berkumur dan beristinsyaq

“Istinsyaq” bermakna “menghirup air ke dalam hidung lalu dikeluarkan lagi”. Lakukanlah istinsyaq setelah air masuk ke dalam mulut. 

  • Membasuh muka

“Muka” ialah “bagian kepala selain telinga yang tidak ditumbuhi rambut selain janggut”. Jika janggutmu panjang maka sela-selalah dengan jari-jemarimu. 

Tata cara wudhu
UAH mencontohkan membasuh janggut
  • Membasuh kedua lengan atas dari jari hingga siku

“Lengan atas” itu “dimulai dari siku hingga ujung jari”. Akan tetapi saat berwudhu,aliran air dialirkan dari jari-jemari ke siku. 

Basuhlah dari lengan atas kanan 1-3 kali baru lakukan yang serupa di lengan atas kirinya.

  • Mengusap kepala dan kedua daun telinga

Sebenarnya yang wajib diusap itu kepala. Adapun mengusap telinga termasuk penyempurnaan wudhu (sunnah wudhu). 

Mulailah dengan mengusap seluruh bagian kepala dari depan ke belakang lalu kembali lagi ke depan dalam sekali gerakan. 

Setelah itu baru usap seluruh daun telinga luar dan dalam dengan memasukkan jari telunjuk ke lobang telinga biar kotoran telinganya bisa dikorek.

  • Membasuh kaki

Cara memulai basuhannya sama seperti nomor 5 di atas, yakni sama-sama dimulai dari jari-jemari kaki kanan. Sela-selalah jari-jemarimu itu dengan maksud membersihkan kotoran yang menempel. Baru setelah itu dilanjutkan dengan membasuh hingga ke tumit dan kemudian basuhannya dinaikkan hingga ke mata kaki. 

Setelah selesai yang kanan, lakukan gerakan yang sama pada kaki kirinya.

  • Tertib

Sebenarnya tatacara nomor 8 ini mirip seperti yang 1, sama-sama bukanlah sebuah gerakan namun termasuk yang menentukan keabsahan wudhu. 

Iya, tatacara di atas harus dilakukan satu per satu agar sah wudhunya (sebagaimana yang dicontohkan Ustadz Adi Hidayat di Youtube sebelumnya). 

Sekali saja tidak berurutan maka wudhunya harus diulangi. 

Catatan: Dari berbagai sumber dan telah disunting sesuai keperluan.

Tags: fiqihIlmusholatwudhu
Previous Post

Al-Quran: Syafaat di Akhirat

Next Post

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Dengan Ajaran Rasulullah SAW.

DigitalBWA

Next Post
Kitab Fikih Safinatun Najah

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Dengan Ajaran Rasulullah SAW.

Please login to join discussion

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kumpulan doa umat Islam

Kumpulan Doa Sehari-hari Dari Al-Quran & Hadits

October 28, 2024
al Quran Jawa Tengah

Wakaf al Quran Untuk Orang Meninggal

May 16, 2025
Kunci kebahagiaan

Bersyukur dan bersabar kunci kebahagiaan menurut Islam

October 28, 2024
jenis-jenis tafsir

Tafsir Al Quran dan Jenis-jenisnya

October 22, 2024

Mendayung untuk Mencari Air Bersih

0

Air Gunungkidul

0

Air Bersih di Tengah Lautan Sampah

0

Al Qur’an Wakaf untuk Orang Sakai

0
Adab dan Etika dalam Islam yang Mulai Dilupakan

Adab dan Etika dalam Islam yang Mulai Dilupakan

August 20, 2025
Menjadi Muslim Produktif: Antara Ibadah dan Aktivitas Dunia

Menjadi Muslim Produktif: Antara Ibadah dan Aktivitas Dunia

August 20, 2025
Islam dan Lingkungan: Menjaga Alam adalah Ibadah

Islam dan Lingkungan: Menjaga Alam adalah Ibadah

August 20, 2025
Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan Modern

Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan Modern

August 13, 2025

Recent News

Adab dan Etika dalam Islam yang Mulai Dilupakan

Adab dan Etika dalam Islam yang Mulai Dilupakan

August 20, 2025
Menjadi Muslim Produktif: Antara Ibadah dan Aktivitas Dunia

Menjadi Muslim Produktif: Antara Ibadah dan Aktivitas Dunia

August 20, 2025
Islam dan Lingkungan: Menjaga Alam adalah Ibadah

Islam dan Lingkungan: Menjaga Alam adalah Ibadah

August 20, 2025
Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan Modern

Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan Modern

August 13, 2025
Blog BWA

Informasi Seputar Wakaf

Follow Us on Social Media

  • Contact Us
  • Syarat dan Ketentuan

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.

No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasi

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.