• About BWA
  • Partnership
  • Tokoh
  • Wakif
Blog BWA
Advertisement
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
Blog BWA
No Result
View All Result
Home Artikel

Keutamaan di Bulan Syawal

by Arbi
April 9, 2026
in Artikel
0
Kisah Lelaki Tua yang Berjalan kaki Untuk Umroh
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bulan Syawal merupakan bulan yang datang setelah bulan suci Ramadhan. Bulan Syawal memiliki keistimewaan sebagai pelengkap ibadah di bulan Ramadhan sehingga keberkahannya akan terus mengalir bagi semua muslim. Beberapa amalan di bulan Syawal bisa kita amalkan dan mendatangkan pahala berlimpah apabila dikerjakan semata mata karena Allah swt. Berikut amalan-amalan yang bisa dikerjakan setiap muslim pada salah satu bulan yang mulia ini.

Puasa Syawal 6 Hari

Yang akan kamu pelajari

Toggle
  • Puasa Syawal 6 Hari
  • Bersedekah
  • Puasa Senin Kamis
  • Silaturahmi
  • Puasa Ayamul Bidh
  • I'tikaf
  • Melangsungkan Pernikahan

Salah satu keutamaan bulan Syawal adalah adanya anjuran untuk melaksanakan puasa enam hari. Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan seperti puasa sepanjang tahun. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang berasal dari Abu Ayub Al Anshari, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun.” (HR Muslim, Imam Ahmad juga meriwayatkan dari hadits Jabir).

Bersedekah

Bersedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi juga bisa dalam bentuk bantuan, tenaga, bahkan senyuman. Amalan ini memiliki banyak keutamaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Puasa Senin Kamis

Beberapa hadis menyebutkan bahwa puasa pada hari Senin dan Kamis termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dari Aisyah r.a. diriwayatkan bahwa beliau berkata, “Rasulullah SAW begitu semangat dan rutin melaksanakan puasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad). Sejumlah riwayat menjelaskan bahwa puasa pada hari Senin dan Kamis merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis, Aisyah r.a. menuturkan bahwa Rasulullah SAW selalu bersemangat dan menjaga konsistensi dalam menjalankan puasa di kedua hari tersebut. (HR. Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad).

Silaturahmi

Bulan Syawal menjadi momen yang tepat untuk mempererat dan menyambung tali silaturahmi. Anjuran untuk menjaga hubungan baik dengan sesama juga disebutkan dalam hadis dari Abu Ayyub Al Anshori. Dalam hadis tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat mengantarkan seseorang masuk surga, lalu beliau pun menjawab:

Artinya: “Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)

Selain membawa keutamaan seperti dilapangkannya rezeki dan menjadi bukti keimanan, menjaga tali silaturahmi juga dapat menjauhkan seseorang dari perbuatan dosa yang dapat menjerumuskannya ke dalam api neraka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis dari Abu Bakroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi no. 2511, dan Ibnu Majah no. 4211, shahih).

Puasa Ayamul Bidh

Amalan sunnah lainnya di bulan Syawal adalah puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Dalam hadis riwayat Bukhari dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash r.a., disebutkan bahwa salah satu keutamaan puasa ini adalah pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun. Keutamaan tersebut juga dijelaskan dalam riwayat Abu Daud.

Artinya: “Puasa tiga hari di setiap bulannya adalah seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Bukhari).

Puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan yang senantiasa dijaga oleh Nabi SAW dan tidak pernah beliau tinggalkan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan tiga wasiat kepada salah seorang sahabatnya, Abu Darda r.a., yang salah satunya adalah menjaga amalan tersebut.

Artinya: “Rasulullah SAW berpesan kepadaku tiga hal yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa setiap tiga hari pada setiap bulannya, mengerjakan dua rakaat salat duha, serta salat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim).

I’tikaf

I’tikaf adalah kegiatan berdiam diri di masjid dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan melakukan berbagai ibadah demi meraih ridha Allah SWT. Amalan ini yang biasa dilakukan pada bulan Ramadhan juga dianjurkan untuk tetap dilaksanakan di bulan Syawal. Selama i’tikaf, seseorang dapat memperbanyak ibadah seperti berzikir, menunaikan salat wajib dan sunnah, serta membaca Al-Qur’an untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Pada dasarnya, i’tikaf merupakan amalan sunnah yang bisa dilakukan kapan saja, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Waktu pelaksanaannya pun fleksibel, bisa hanya beberapa jam seperti 1, 2, atau 3 jam, hingga sehari semalam (24 jam). Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Ibnu Baz rahimahullah dalam Majmu’ Al-Fatawa (15/437), i’tikaf di masjid adalah salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan, baik pada bulan Ramadhan maupun di waktu lainnya.

Melangsungkan Pernikahan

Amalan lain yang dianjurkan di bulan Syawal adalah melangsungkan pernikahan atau membangun rumah tangga. Menikah di bulan Syawal termasuk sunnah Rasulullah SAW yang dahulu dilakukan untuk membantah kepercayaan keliru masyarakat jahiliyah yang menganggap bahwa pernikahan di bulan ini membawa kesialan atau musibah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR Muslim).

Dengan demikian, menikah di bulan Syawal bukan sekadar tradisi masyarakat, tetapi juga merupakan amalan yang dianjurkan dan telah dijelaskan dalam hadis Nabi SAW.

Previous Post

Adab kepada Orang Tua

Arbi

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kitab Fikih Safinatun Najah

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Dengan Ajaran Rasulullah SAW.

March 6, 2026
Kumpulan doa umat Islam

Kumpulan Doa Sehari-hari Dari Al-Quran & Hadits

October 28, 2024
jenis-jenis tafsir

Tafsir Al Quran dan Jenis-jenisnya

October 22, 2024
Tulang ekor

Fakta Tulang Ekor manusia! Yang jarang kita ketahui

March 26, 2025

Mendayung untuk Mencari Air Bersih

0

Air Gunungkidul

0

Air Bersih di Tengah Lautan Sampah

0

Al Qur’an Wakaf untuk Orang Sakai

0
Kisah Lelaki Tua yang Berjalan kaki Untuk Umroh

Keutamaan di Bulan Syawal

April 9, 2026
Adab kepada Orang Tua

Adab kepada Orang Tua

April 7, 2026
7 Golongan orang yang dinaungi Allah pada hari kiamat

7 Golongan orang yang dinaungi Allah pada hari kiamat

April 7, 2026
Bersikap Jujur dalam Islam

Bersikap Jujur dalam Islam

April 2, 2026

Recent News

Kisah Lelaki Tua yang Berjalan kaki Untuk Umroh

Keutamaan di Bulan Syawal

April 9, 2026
Adab kepada Orang Tua

Adab kepada Orang Tua

April 7, 2026
7 Golongan orang yang dinaungi Allah pada hari kiamat

7 Golongan orang yang dinaungi Allah pada hari kiamat

April 7, 2026
Bersikap Jujur dalam Islam

Bersikap Jujur dalam Islam

April 2, 2026
Blog BWA

Informasi Seputar Wakaf

Follow Us on Social Media

  • Contact Us
  • Syarat dan Ketentuan

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.

No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.