• About BWA
  • Partnership
  • Tokoh
  • Wakif
Blog BWA
Advertisement
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
Blog BWA
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Perumpamaan Dunia dengan Akhirat

by Arbi BWA
November 2, 2026
in Uncategorized
0
Perumpamaan Dunia dengan Akhirat
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di dalam islam, dunia diibaratkan sebagai tempat persinggahan sementara. Kehidupan dunia adalah tempat untuk beribadah, berbuat kebaikan, dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat. Oleh karena itu, Islam mewanti-wanti agar tidak terjebak kenikmatan dunia hingga melupakan Allah dan mengingat kematian. Berikut perumpamaan dunia dengan akhirat menurut Islam

Dunia Bagaikan Setetes Air di Lautan

Rasulullah SAW bersabda


وَاللهِّ مَا الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ؟

“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?” (HR Muslim no 2868).

Dalam hadist lain dikatakan

مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا كَمِثْلِ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَا يَرْجِعُ وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ

“Perumpamaan antara dunia dgn akhirat ibarat seorang diantara kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat apa yang menempel padanya. Lalu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuknya”. (HR. Ahmad)

dari dua hadist ini para ulama menuturkan bahwa Air yang menempel di jari itu adalah gambaran dunia, sementara lautan yang luas tak bertepi adalah akhirat.

Dunia Bagaikan Bangkai Kambing yang Cacat

Allah SWT sangat meremehkan dunia sehingga janganlah seorang mukmin memandang besar dan agung terhadap dunia yang remeh dan hina di sisi Allah. Rasulullah SAW bersabda:


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِالسُّوقِ دَاخِلاً مِنْ بَعْضِ الْعَالِيَةِ وَالنَّاسُ كَنَفَتَهُ فَمَرَّ بِجَدْىٍ أَسَكَّ مَيِّتٍ فَتَنَاوَلَهُ فَأَخَذَ بِأُذُنِهِ ثُمَّ قَالَ « أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ ». فَقَالُوا مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَىْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ قَالَ « أَتُحِبُّونَ أَنَّهُ لَكُمْ ». قَالُوا وَاللَّهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيهِ لأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ فَقَالَ « فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ ».

Dari Jabir bin Abdillâh, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati sebuah pasar. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk dari ‘Aliyah (nama tempat, Pen.) dan para sahabat berada di sekelilingnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati bangkai seekor kambing yang kecil telinganya, lantas beliau angkat batang telinga bangkai kambing tersebut seraya berkata: “Siapakah di antara kalian yang mau membeli kambing ini dengan satu dirham?” Para sahabat menjawab: “Kami tidak suka sama sekali, apa yang bisa kami perbuat dari seekor bangkai kambing?” Rasûlullâh n bersabda lagi: “Bagaimana jika kambing itu untuk kalian?” Para sahabat menjawab: “Demi Allâh, apabila kambing itu masih hidup kami tetap tidak mau karena dia telah cacat, yaitu telinganya kecil, bagaimana lagi jika sudah menjadi bangkai!” Rasûlullâh akhirnya bersabda: “Demi Allâh, dunia itu lebih hina di sisi Allâh daripada seekor bangkai kambing ini bagi kalian”. [HR Muslim, no. 2957].

Dunia Bagaikan Sayap Seekor Nyamuk

Rasulullah SAW bersabda


عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَوْ كَانَتْ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

Dari Sahl bin Sa’ad, dia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya dunia di sisi Allâh sebanding dengan satu sayap nyamuk, niscaya Allâh tidak akan memberikan minum seteguk air kepada orang kafir”. [HR  Tirmidzi, no. 2320 dan ini lafazhnya; juga Ibnu Majah, no. 4110; Syaikh al-Albani menyatakan shahîh lighairihi. Lihat Shahîh at-Targhib wat–Targhib, no. 3240].

Dunia Seperti Tanaman yang Tumbuh lalu Mengering

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hadid ayat 20 yang berbunyi:

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ ۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا ۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ ۝٢٠

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.(QS. Al-Hadid: 20)

Ayat ini mengumpamakan kehidupan dunia seperti tanaman hijau yang tumbuh lalu kemudian mengering. Perumpamaan ini menunjukkan bahwa keindahan dunia tidak berlangsung selamanya. Kekayaan, jabatan, kecantikan, dan berbagai kenikmatan lainnya pada akhirnya akan berakhir.

Dunia Seperti Tempat Berteduh Seorang Musafir

Kehidupan dunia begitu sebentar diibaratkan seperti seorang musafir berhenti sejenak untuk berteduh dan beristirahat sebelum ia melanjutkan perjalanan. Rasulullah SAW bersabda:

“Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau seorang pengembara.” (HR. Bukhari)

Dalam hadist lain disebutkan

مَالِيْ وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا وَالدُّنْيَا؟ إِنَّمَا مَثَلِيْ وَمَثَلُ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رَاكِبٍ ظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

Apalah artinya dunia ini bagiku?! Apa urusanku dengan dunia?! Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon, ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya [HR. Ahmad].

Kesimpulan

Perumpamaan dunia menurut Islam mengajarkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan tidak akan berlangsung selamanya.

Islam tidak melarang manusia menikmati kehidupan dunia atau berusaha memperoleh kekayaan. Namun, semua itu hendaknya dilakukan secara halal, tidak berlebihan, dan tidak membuat manusia melupakan Allah SWT.

Oleh karena itu, jangan sampai kesibukan mengejar dunia membuat kita lupa mempersiapkan akhirat. Jadikanlah dunia sebagai sarana untuk beribadah dan berbuat baik, sehingga kehidupan yang singkat ini menghasilkan bekal yang bermanfaat untuk kehidupan yang kekal di akhirat.

Previous Post

Hakikat Mencintai Dunia

Arbi BWA

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Dengan Ajaran Rasulullah SAW.

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Dengan Ajaran Rasulullah SAW.

June 5, 2026
Kumpulan doa umat Islam

Kumpulan Doa Sehari-hari Dari Al-Quran & Hadits

October 28, 2024
Keutamaan Sholawat Nabi

Inilah Pentingnya Sholawat Nabi

September 21, 2024
Hikmah Nuzulul Qur’an dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern

Tafsir Al Quran dan Jenis-jenisnya

June 12, 2026

Mendayung untuk Mencari Air Bersih

0

Air Gunungkidul

0

Air Bersih di Tengah Lautan Sampah

0

Al Qur’an Wakaf untuk Orang Sakai

0
Perumpamaan Dunia dengan Akhirat

Perumpamaan Dunia dengan Akhirat

November 2, 2026
Hakikat Mencintai Dunia

Hakikat Mencintai Dunia

October 30, 2026
Bersikap Wara’ di era Modern

Bersikap Wara’ di era Modern

October 29, 2026
Tanda tanda Hati yang dekat dengan Allah

Tanda tanda Hati yang dekat dengan Allah

October 28, 2026

Recent News

Perumpamaan Dunia dengan Akhirat

Perumpamaan Dunia dengan Akhirat

November 2, 2026
Hakikat Mencintai Dunia

Hakikat Mencintai Dunia

October 30, 2026
Bersikap Wara’ di era Modern

Bersikap Wara’ di era Modern

October 29, 2026
Tanda tanda Hati yang dekat dengan Allah

Tanda tanda Hati yang dekat dengan Allah

October 28, 2026
Blog BWA

Informasi Seputar Wakaf

Follow Us on Social Media

  • Contact Us
  • Syarat dan Ketentuan

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.

No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.