Di era globalisasi saat ini, banyak kemudahan-kemudahan yang ditawarkan kepada kita seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini. mulai dari media sosial, peluang dalam bekerja, transaksi digital, sampai dengan memesan makanan dan minuman, semua menjadi mudah dan lebih praktis saat ini. Namun dibalik kemudahan tersebut, ada berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi keimanan dan akhlak seorang mukmin.
Ditengah kehidupan yang serba cepat, seorang Muslim perlu hati-hati dalam menentukan pilihan, terutama jika berhadapan dengan sesuatu yang belum jelas halal dan haramnya. salah satu sikap yang penting dipunyai seorang muslim adalah sikap wara’
Apa itu Wara?
secara sederhana, Wara berarti meninggalkan perkara haram dan syubhat. Para ulama menjelaskan bahwa wara’ ialah meninggalkan perkara syubhat dan perkara mubah yang berlebihan, dan juga meninggalkan perkara yang masih samar hukumnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda
فضل العلم خير من فضل العبادة وخير دينكم الورع
“Keutamaan menuntut ilmu itu lebih dari keutamaan banyak ibadah. Dan sebaik-baik agama kalian adalah sifat wara’(HR. Ath Thobroni dalam Al Awsath, Al Bazzar dengan sanad yang hasan)
serupa dengan hal itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَيَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ, فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ.
“Sesungguhnya yang halal dan yang haram itu jelas. Dan di antara keduanya banyak hal-hal syubhat yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjaga diri dari hal-hal yang syubhat maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya.”[1]
Agar kita selamat dari dunia, penting sekali untuk menjaga sifat ini di dalam seorang Muslim ditengah-tengah kemudahan dan serba cepatnya perkembangan teknologi saat ini.
Keutamaan Menjaga Sifat Wara di era Modern
Menjaga Diri dari Godaan Digital dan Media Sosial
Sikap Wara ternyata dapat melindungi kita dari godaan digital dan media sosial. Banyak konten yang hukumnya masih samar, dimulai dari tontonan yang melalaikan hingga berita bohong yang menyesatkan. Seseorang yang memiliki sifat wara’ akan selektif hanya mengambil yang bermanfaat dan meninggalkan perkara syubhat dan perkara yang dapat merusak iman.
Lebih Hati-hati dalam Memilih Pergaulan
Sifat wara’ juga dapat menjadikan seorang lebih hati-hati dalam memilih pergaulan. Saat ini, batas halal dan haram dalam bergaul sering kali diabaikan. Apabila seseorang menjaga sifat wara ini, maka dia sedang menjaga dirinya dari pergaulan bebas, menolak ajakan teman menuju keburukan, dan memilih sahabat yang mendekatkan dirinya kepada Allah.
Menjadi Fondasi Akhlak dalam Pendidikan dan Karier
Sifat wara akan menjadikan seseorang untuk menjadi jujur dalam menuntut ilmu dan dalam bekerja. Disaat para pelajar dan pekerja menempuh jalan pintas untuk mencapai kesuksesan, seperti mencontek, plagiat, atau bekerja dengan jalan yang diharamkan, seorang muslim yang menjaga sifat wara ini akan memilih kejujuran sembari berusaha menghindari perbuatan yang dilarang tersebut.
Memiliki Mental yang Kuat
sikap wara’ membantu pemuda memiliki mental yang kuat dalam menghadapi gaya hidup konsumtif. Mereka tidak mudah tergoda oleh tren atau kemewahan yang berlebihan. Dalam menggunakan uang, mereka mampu menentukan prioritas, menjauhi perilaku boros, dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki meskipun berada di lingkungan yang gemar berfoya-foya. Sikap ini membentuk pribadi yang sederhana, bijaksana, dan memiliki sifat qana’ah.
Menjadi Contoh bagi Lingkungan Sekitar
Sikap wara’ mendorong pemuda menjadi contoh yang baik bagi orang-orang di sekitarnya. Keteguhan mereka dalam menjaga diri dari hal-hal yang meragukan dapat memberikan pengaruh positif bagi lingkungan. Dengan menerapkan wara’ dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak hanya berusaha menjaga diri dari keburukan, tetapi juga turut mengajak teman dan masyarakat untuk mendekatkan diri kepada kebaikan.
Kesimpulan
Dengan membiasakan sikap wara, seorang Muslim dapat menjaga keimanan, membentuk akhlak yang mulia, dan menjalani kehidupan dengan lebih bertanggung jawab. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memperdalam ilmu agama dan menerapkan sikap wara dalam kehidupan sehari-hari agar setiap langkah yang kita ambil tetap berada dalam tuntunan Islam serta mendapatkan rida Allah SWT.









