• About BWA
  • Partnership
  • Tokoh
  • Wakif
Blog BWA
Advertisement
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic
No Result
View All Result
Blog BWA
No Result
View All Result
Home Artikel

Sejarah Wakaf Masjid Nabawi: Tanah Anak Yatim yang Menjadi Pusat Peradaban Islam

by Arbi
January 21, 2026
in Artikel
0
Sejarah Wakaf Masjid Nabawi: Tanah Anak Yatim yang Menjadi Pusat Peradaban Islam
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang tidak kenal masjid Nabawi. Masjid yang dibangun oleh Rasulullah SAW dan dari masjid inilah beliau mengembangkan dakwah islam ke seluruh penjuru negeri. Dalam buku Keajaiban Masjid Nabawi karya M. Irawan disebutkan bahwa Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah SAW setelah Masjid Quba. Masjid ini didirikan tidak lama setelah Rasulullah hijrah ke Madinah. Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Nabawi juga memiliki sejarah penting dan keutamaan yang membedakannya dari masjid-masjid lainnya.

Sejarah Pembangunan Masjid Nabawi

Yang akan kamu pelajari

Toggle
  • Sejarah Pembangunan Masjid Nabawi
  • Keistimewaan Masjid Nabawi

Dalam perjalanan menuju Kota Madinah setelah mendirikan Masjid Quba, Rasulullah SAW menunggangi unta kesayangannya. Saat itu, unta tersebut tiba-tiba berhenti di sebuah tempat sederhana yang biasa digunakan untuk menjemur kurma. Tanah itu ternyata milik dua anak yatim dari Bani Najjar, bernama Suhail dan Sahl.

Rasulullah SAW kemudian memanggil kedua anak tersebut dan menyampaikan niatnya untuk membeli tanah itu. Namun, Suhail dan Sahl menolak menerima bayaran karena ingin memberikan tanah tersebut secara cuma-cuma. Meski begitu, Rasulullah SAW tetap bersikeras membayar tanah itu sesuai dengan harga tanah di sekitarnya. Dari tanah inilah kemudian berdiri Masjid Nabawi, yang kini menjadi masjid terbesar dan paling bersejarah di Kota Madinah.

Setelah tanah tersebut dibeli, Rasulullah SAW mengajak para sahabat yang memiliki keahlian masing-masing untuk mulai membangun masjid. Pada awalnya, Masjid Nabawi berukuran kecil dan sangat sederhana, dengan panjang sekitar 70 hasta (35 meter) dan lebar 60 hasta (30 meter). Lantainya masih berupa tanah berbatu, atapnya terbuat dari pelepah daun kurma, dan hanya memiliki tiga pintu.

Tentu saja, bentuk ini sangat berbeda dengan Masjid Nabawi yang kita lihat saat ini. Seiring bertambahnya jumlah umat Islam, Rasulullah SAW kemudian memerintahkan perluasan masjid agar dapat menampung lebih banyak jamaah. Perluasan inilah yang menjadi awal dari pembangunan Masjid Nabawi hingga terus berkembang seperti sekarang.

Perluasan Masjid Nabawi pertama kali dilakukan pada tahun 7 Hijriah dengan menambah masing-masing sisi masjid sepanjang 20 hasta. Biaya pembebasan tanah untuk perluasan ini ditanggung oleh Utsman bin Affan رضي الله عنه sepulang beliau dari Perang Khaibar. Setelah Rasulullah SAW wafat, pembangunan dan perluasan masjid dilanjutkan oleh para khalifah penerus beliau, yaitu pada masa Khalifah Umar bin Khattab رضي الله عنه tahun 17 H dan Khalifah Utsman bin Affan رضي الله عنه pada tahun 29 H.

Pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah, pembangunan Masjid Nabawi kembali dilakukan. Saat itu, Gubernur Madinah, Umar bin Abdul Aziz, menambahkan mihrab pada masjid. Mihrab ini hingga kini menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi jamaah sebagai bagian dari perjalanan spiritual saat haji dan umrah.

Pembangunan besar-besaran kembali dilakukan pada masa Kerajaan Arab Saudi. Pada tahun 1372 H, luas Masjid Nabawi diperluas hingga mencapai 6.024 meter persegi. Perluasan ini kemudian dilanjutkan pada masa Raja Fahd tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjid menjadi sekitar 100.000 meter persegi, ditambah 67.000 meter persegi untuk lantai dasar masjid dan 135.000 meter persegi untuk area pelataran.

Saat ini, total luas area Masjid Nabawi telah mencapai sekitar 400.000 meter persegi dan mampu menampung hingga satu juta jamaah.

Keistimewaan Masjid Nabawi

Masjid Nabawi dibangun atas dasar ketakwaan. Hal ini pernah disampaikan Rasulullah SAW saat menjawab pertanyaan Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Sejak awal, masjid ini didirikan dengan niat yang tulus, yaitu sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT sekaligus pusat kegiatan umat Islam. Rasulullah SAW tidak hanya memerintahkan pembangunannya, tetapi juga ikut terlibat langsung bersama para sahabat.

Rasulullah SAW juga mengabarkan kepada umat Islam bahwa menunaikan salat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan dibandingkan salat di masjid lainnya. Setelah wafat, beliau dimakamkan di kompleks Masjid Nabawi bersama dua sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Di dalam Masjid Nabawi terdapat sebuah tempat istimewa yang dikenal sebagai Riyadhul Jannah, yaitu area di antara rumah Rasulullah SAW dan mimbar beliau. Tempat ini disebut sebagai taman surga. Karena hanya dapat menampung ratusan jamaah, keberadaannya terasa sangat spesial bagi siapa pun yang berkesempatan beribadah di sana. Selain berdiri di atas tanah wakaf Rasulullah SAW, semua hal ini semakin menambah keindahan dan keistimewaan Masjid Nabawi.

Previous Post

Kisah inspiratif wakaf sumur Utsman bin Affan

Next Post

Dahsyatnya Keutamaan Menjaga Wudhu

Arbi

Next Post
Dahsyatnya Keutamaan Menjaga Wudhu

Dahsyatnya Keutamaan Menjaga Wudhu

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kumpulan doa umat Islam

Kumpulan Doa Sehari-hari Dari Al-Quran & Hadits

October 28, 2024
Kitab Fikih Safinatun Najah

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Dengan Ajaran Rasulullah SAW.

May 8, 2025
jenis-jenis tafsir

Tafsir Al Quran dan Jenis-jenisnya

October 22, 2024
al Quran Jawa Tengah

Wakaf al Quran Untuk Orang Meninggal

May 16, 2025

Mendayung untuk Mencari Air Bersih

0

Air Gunungkidul

0

Air Bersih di Tengah Lautan Sampah

0

Al Qur’an Wakaf untuk Orang Sakai

0
Rahasia Keistiqamahan dalam Beribadah

Rahasia Keistiqamahan dalam Beribadah

January 28, 2026
Keutamaan Sedekah Subuh

Keutamaan Sedekah Subuh

January 28, 2026
Kisah Ahli Tahajud dan Harimau

Kisah Ahli Tahajud dan Harimau

January 25, 2026
Menggapai Kemudahan dalam Rezeki

Hikmah di Balik Memberi: Sedekah dalam Perspektif Islam

January 22, 2026

Recent News

Rahasia Keistiqamahan dalam Beribadah

Rahasia Keistiqamahan dalam Beribadah

January 28, 2026
Keutamaan Sedekah Subuh

Keutamaan Sedekah Subuh

January 28, 2026
Kisah Ahli Tahajud dan Harimau

Kisah Ahli Tahajud dan Harimau

January 25, 2026
Menggapai Kemudahan dalam Rezeki

Hikmah di Balik Memberi: Sedekah dalam Perspektif Islam

January 22, 2026
Blog BWA

Informasi Seputar Wakaf

Follow Us on Social Media

  • Contact Us
  • Syarat dan Ketentuan

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.

No Result
View All Result
  • Press Release
  • Al Quran Roadtrip
  • Testimoni
  • Video Gallery
  • Kolaborasic

© 2023 Blog BWA - Informasi Seputar Wakaf Blog BWA.