Rezeki merupakan salah satu Rahmat dari Allah yang diberikan kepada semua makhluk baik itu manusia, hewan dan tumbuhan. Rezeki selalu dipandang hanya sebatas uang. Padahal dalam islam, rezeki memiliki makna yang jauh lebih luas. Rezeki adalah segala bentuk pemberian Allah SWT kepada hamba-Nya, baik yang bersifat materi maupun nonmateri, yang membawa manfaat dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Allah telah menjamin rezeki untuk setiap makhluk-makhlukNya. Namun cara untuk mendapatkan rezeki itu berbeda beda. Ada rezeki yang datang melalui usaha keras, ada pula yang datang tanpa disangka-sangka. pemahaman yang benar tentang rezeki akan membentuk sikap hidup lebih tawakal, bersyukur dan penuh ikhtiar. Berikut adalah macam macam rezeki yang sudah diterangkan dalam Alquran
Rezeki yang sudah dijamin
Allah SWT telah menegaskan dalam Alquran bahwa rezeki setiap makhluk telah dijamin.
“Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya.” (QS. Hud: 6)
Menurut Ibnu Katsir, bahwa ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menjamin Rezekinya untuk semua makhluk baik yang hidup di daratan maupun lautan, besar maupun kecil. Allah mengetahui secara detail tempat menetap (berdiam) dan tempat penyimpanan rezeki atau tempat kembali makhluk tersebut.
Rezeki karena Usaha
Rezeki juga bisa diperoleh melalui usaha keras dan ikhtiar. Hal ini umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik pada pekerja maupun pedagang. Semakin sungguh-sungguh dan giat seseorang berusaha, biasanya semakin besar pula hasil yang diperoleh. Allah SWT berfirman
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya”(QS.An-Najm: 39)
Menurut Ibnu Katsir, bahwa seseorang tidak mendapatkan pahala kecuali dari apa yang diupayakan sendiri, sebagaimana ia tidak menanggung dosa orang lain.
Rezeki karena Bersyukur
Syukur juga menjadi sebab bertambahnya rezeki. Allah SWT berfirman
(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”(QS. Ibrahim : 7)
Ibnu Katsir menafsirkan bahwa siapa yang bersyukur atas nikmat Allah, akan ditambah rezekinya. dan barang siapa yang kufur terhadap nikmat Allah berikan, Allah mencabutya dan memberikan azab yang pedih.
Rezeki tak Terduga
Allah juga memberikan rezeki dari arah tidak terduga, khususnya bagi orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana Allah berfirman
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS.At-Thalaq : 2)
dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga… (QS.At-Thalaq : 3)
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang bertakwa akan mendapatkan rezeki dan pertolongan dari arah yang tidak diduga.
Rezeki karena Istighfar
Istighfar menjadi salah satu sebab datangnya rezeki. Sebagaimana Allah berfirman
“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.” (QS. Nuh: 10-11)
Rezeki karena Sedekah
Sedekah termasuk sebab datangnya rezeki. Allah SWT berfirman
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.” (QS. Al-Baqarah: 245)
Menurut penjelasan Ibnu Katsir, yang dimaksud dengan “pinjaman yang baik” adalah infak di jalan Allah, termasuk menafkahi keluarga serta berbagai bentuk amal sosial. Setiap harta yang dikeluarkan dengan niat ikhlas akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Hal ini ditegaskan kembali dalam firman-Nya:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Rezeki karena Anak
Anak termasuk salah satu sebab datangnya rezeki. Allah berfirman
Artinya “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” (QS. Al-Isra’: 31)
Ayat ini menunjukkan bahwa kasih sayang Allah kepada hamba-Nya jauh lebih besar daripada kasih sayang orang tua kepada anaknya. Pada masa jahiliah, sebagian orang tua bahkan tega membunuh anak perempuan mereka karena takut tidak mampu menanggung beban ekonomi dan rasa malu.
Islam datang untuk menghapus kebiasaan keji tersebut, menegaskan bahwa setiap anak adalah amanah, sumber keberkahan, dan telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah kepada seluruh hamba-Nya.
Rezeki karena Menikah
Pernikahan termasuk menjadi pintu datangnya rezeki. Allah SWT berfirman
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu… Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An-Nur: 32)
Ibnu Katsir mengutip bahwa ayat ini mengandung anjuran untuk menikah dan janji dari Allah bahwa Dia akan mencukupi kebutuhan mereka.








