Dalam kehidupan yang penuh dengan ujian dan ketidakpastian, setiap manusia tentu ingin mendapatkan perlindungan dan kasih sayang Allah SWT. Salah satu bentuk kasih sayang Allah tersebut adalah Naungan pada hari kiamat. hari ketika tidak ada perlindungan selain dariNya. Hari kiamat digambarkan sangat menyeramkan, semuanya menyelamatkan diri sendiri masing-masing tanpa memerdulikan siapapun baik keluarga maupun anak sendiri. Namun ada tujuh golongan orang orang yang akan dinaungi dan dilindungi Allah pada hari kiamat.
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allah di dalam naungannya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya. Yaitu imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Tuhannya, seseorang yang hatinya bergantung di dalam masjid, dua orang saling mencintai yang bertemu dan berpisah karena Allah swt., seorang laki-laki yang diminta (digoda) seorang perempuan yang memiliki pangkat dan berparas cantik namun ia berkata “Sungguh aku takut Allah”, seorang laki-laki yang menshadaqahkan hartanya dengan sembunyi-sembunyi sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dishadaqahkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang menyebut/ingat Allah ketika sendiri hingga kedua matanya menangis.“
Adapun pembahasannya sebagai berikut:
Pemimpin yang adil
Pemimpin yang adil adalah sosok yang menempatkan kebenaran diatas kepentingan pribadi, golongan maupun tekanan dari pihak manapun. Dalam islam kepemimpinan bukan sekedar jabatan, namun amanah besar yang akan diminta pertanggungjawaban dihadapan Allah. Allah swt sangat mengapresiasi orang yang menjalankan roda kepemimpinan yang seadil-adilnya. Tidak menzalimi rakyatnya dengan segala bentuk tindakan dan ucapan yang tercela. Sehingga ketika ia mampu menjadi pemimpin yang adil, Allah akan menaunginya kelak di hari kiamat sebagai ganjaran atas apa yang ia lakukan di dunia.
Pemuda yang tumbuh dalam ibadah
Pemuda yang tumbuh dalam ibadah adalah pemuda yang sejak mudanya telah membiasakan diri untuk mendekat kepada Allah, menjadikan ketaatan bagian dari kehidupan sehari hari. Bukan malah menghabiskan masa mudanya dengan hal-hal yang negative dan dilarang oleh agama.
Orang yang hatinya terpaut pada Masjid
orang yang hatinya terpaut pada masjid adalah mereka yang mempunyai kecintaan terhadap rumah Allah. hatinya selalu rindu untuk pergi ke masjid, bukan hanya saat waktu sholat tiba, tetapi juga untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan mencari ketenangan dalam ibadah.
Dua orang yang berkumpul dan berpisah karena Allah
mereka menjalin hubungan atas dasar keimanan, bukan karena kepentingan dunia. Pertemuan mereka dilandasi oleh kecintaan kepada Allah, dan perpisahan mereka pun tetap dalam kerangka ketaatan kepada-Nya.
Seorang laki-laki yang menolak ajakan perempuan yang memiliki pangkat dan berparas cantik untuk berbuat zina
Golongan kelima adalah orang yang digoda untuk berzina oleh lawan jenis yang cantik/tampan dan memiliki status tinggi. Namun ia menolak dengan berkata, “Aku takut kepada Allah.”.
Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi
Dikatakan bahwa orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Allah swt. sangat mengapresiasi hambaNya yang dengan ikhlasnya mendermakan hartanya. Bukan yang mendermakan hartanya dengan unsur pamer dan riya’, ingin dilihat dan dipuji banyak orang.
Orang yang berzikir sendiri hingga menangis
Orang yang ingat Allah swt. di waktu sendiri bahkan sampai membuatnya menangis. Allah swt. juga sangat mengapresiasi hambaNya yang masih ingat diriNya di saat sendiri. Bukan hambaNya yang justru ketika sendiri melakukan hal-hal yang dilarang agama, merasa tidak ada yang mengawasi. Padahal Allah swt. mengantukpun tidak pernah. Tidak hanya ingat kepada Allah swt, ia juga sampai menangis meratapi dosa-dosa yang telah dia lakukan atau tangisan rasa syukur atas nikmat yang begitu banyak dariNya. Bukan hambaNya yang menangis ramai-ramai lalu di shoot kamera.
Demikian itulah 7 golongan orang yang dinaungi Allah pada hari kiamat. Mari jadikan setiap harta yang kita miliki sebagai jalan menuju keberkahan dan pahala yang tak terputus. Salah satu amalan terbaik yang dapat kita lakukan adalah sedekah, terlebih lagi dalam bentuk wakaf Al-Qur’an yang manfaatnya akan terus mengalir sepanjang waktu.
Melalui Badan Wakaf Al Quran, kita memiliki kesempatan untuk ikut serta menyebarkan cahaya Al-Qur’an hingga ke pelosok negeri. Masih banyak saudara kita yang belum memiliki mushaf yang layak, bahkan harus bergantian untuk membaca Al-Qur’an. Dengan sedekah yang kita berikan, kita membantu mereka lebih dekat dengan kalam Allah.
Bayangkan, setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an yang kita wakafkan akan menjadi pahala yang terus mengalir, meskipun kita telah tiada. Inilah yang disebut sebagai amal jariyah—amal yang tidak terputus.
Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi. Mulailah dari yang kita mampu, karena sekecil apa pun sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan bernilai besar di sisi Allah.
Mari bersama-sama ambil bagian dalam kebaikan ini. Salurkan sedekah terbaik Anda melalui Badan Wakaf Al Qur’an, dan jadilah bagian dari gerakan menyebarkan cahaya Al-Qur’an ke seluruh penjuru negeri.
Sedekah hari ini, pahala mengalir selamanya. klik disini








