Ketika di akhirat, semua manusia berharap untuk bisa masuk surga. Selagi kita masih hidup di dunia, kita harus segera mempersiapkan bekal dan amal shaleh agar selamat di akhirat. apabila manusia tetap dalam keingkaran (durhaka) kepada Allah SWT dan bermaksiat kepada-Nya maka neraka lah tempat mereka kembali. Karena itu, seorang mukmin tidak cukup hanya berharap mendapatkan surga, tetapi juga perlu berusaha menjauhi diri dari segala sesuatu yang dapat menyeretnya ke dalam siksa neraka. Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6)
Maka dari itu, berikut amalan yang bisa kita lakukan agar terhindar dari api neraka.
Bertauhid kepada Allah
Amalan yang paling utama adalah menjaga tauhid, yaitu meyakini bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah. Seluruh ibadah harus ditujukan kepada-Nya dengan penuh keikhlasan.
Seorang Muslim hendaknya menjauhi syirik dalam segala bentuknya karena syirik merupakan dosa yang sangat besar. Tauhid yang benar menjadi fondasi seluruh amal kebaikan.
Menjaga Shalat 5 Waktu
Salat merupakan kewajiban utama seorang Muslim setelah syahadat. Menjaga salat berarti melaksanakannya tepat waktu, memenuhi syarat dan rukunnya, serta berusaha menghadirkan kekhusyukan.
Salat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar.
Memperbanyak Taubat
Tidak ada manusia yang terbebas dari kesalahan. Namun, seorang Muslim tidak boleh terus-menerus larut dalam dosa. Ketika melakukan kesalahan, segeralah bertaubat kepada Allah SWT.
Taubat yang benar dilakukan dengan meninggalkan dosa, menyesalinya, memohon ampun kepada Allah, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Jika dosa berkaitan dengan hak manusia, maka hak tersebut juga harus dikembalikan atau diselesaikan dengan cara yang benar. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Berbakti kepada Orang Tua
Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal yang memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam. Seorang anak hendaknya berbicara dengan lembut, membantu mereka, menghormati mereka, dan mendoakan mereka.
Selama tidak bertentangan dengan syariat, berusahalah memenuhi kebutuhan dan permintaan orang tua dengan penuh kasih sayang.
Menjaga Lisan
Banyak dosa yang bermula dari perkataan. Kebiasaan berbohong, mencela, menggunjing, memfitnah, mengadu domba, dan menyakiti orang lain dengan ucapan harus dihindari.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya berkata baik atau diam. Karena itu, sebelum berbicara, hendaknya kita mempertimbangkan apakah perkataan tersebut benar, bermanfaat, dan tidak menyakiti orang lain.
Bersedekah
Sedekah merupakan amalan yang dapat menjadi sebab datangnya kebaikan dan menjadi jalan untuk membantu orang yang membutuhkan. Sedekah tidak harus selalu dalam jumlah besar. Memberikan makanan, membantu seseorang, memberikan ilmu yang bermanfaat, bahkan melakukan kebaikan sederhana juga dapat menjadi amal yang bernilai di sisi Allah.
Yang terpenting adalah keikhlasan dan tidak mengungkit-ungkit pemberian.
Menjauhi Dosa Besar
Selain memperbanyak amal saleh, seorang Muslim juga harus berusaha meninggalkan dosa. Jangan sampai seseorang rajin melakukan ibadah tetapi pada saat yang sama sengaja mempertahankan perbuatan yang dilarang Allah.
Dosa seperti syirik, zina, riba, membunuh tanpa alasan yang dibenarkan, durhaka kepada orang tua, memakan harta orang lain secara batil, serta berbagai bentuk kezaliman harus dijauhi dan ditinggalkan.
Memperbanyak Zikir kepada Allah
Hati yang senantiasa mengingat Allah akan lebih mudah terjaga dari kelalaian. Membaca tasbih, tahmid, takbir, istighfar, serta berbagai zikir yang diajarkan Rasulullah SAW merupakan amalan yang ringan dilakukan tetapi memiliki keutamaan besar.
Di tengah kesibukan sehari-hari, biasakan lisan untuk selalu mengingat Allah, baik setelah salat maupun ketika menjalankan aktivitas lainnya.
Bersabar
Keselamatan dari neraka juga membutuhkan kesabaran. Sabar bukan berarti pasif, tetapi tetap teguh dalam ketaatan meskipun terasa berat.
Kita membutuhkan kesabaran untuk melaksanakan perintah Allah, meninggalkan maksiat, serta menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ketika muncul godaan untuk melakukan dosa, ingatlah bahwa kenikmatan sesaat tidak sebanding dengan akibat buruk yang dapat ditimbulkannya.
Memohon Perlindungan dari Siksa Api Neraka
Selain beramal, seorang Muslim hendaknya banyak berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari neraka. Salah satu doa yang sangat dikenal adalah:
اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
Allahumma ajirni minan-nar.
Artinya: “Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.”
Kita juga dianjurkan memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan dalam iman, diampuni dosa-dosa, dan diwafatkan dalam keadaan husnulkhatimah.
Keselamatan dari Neraka Membutuhkan Rahmat Allah
Berbagai amal saleh di atas bukanlah alasan bagi seseorang untuk merasa pasti selamat hanya karena banyak beribadah. Seorang Muslim harus senantiasa menggabungkan antara usaha, rasa takut kepada Allah, harapan terhadap rahmat-Nya, dan doa.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seseorang masuk surga bukan semata-mata karena amalnya, melainkan karena rahmat Allah. Karena itu, amal saleh harus dilakukan dengan ikhlas sambil terus memohon ampunan dan rahmat-Nya.









