Sebagai umat muslim, kita wajib mengetahui bahwa Nabi dan Rasul mempunyai 4 sifat wajib. sifat wajib tersebut membuat para Nabi dan Rasul terhindar dari segala bentuk perbuatan dosa kemudian membuat mereka selalu bertakwa. Sebagai utusan Allah, seorang Rasul tentunya mempunyai sifat tauladan untuk menjalankan tugas mulianya sebagai pemimpin umat Islam. Apa saja Sifat wajib tersebut?
Shiddiq
Shiddiq artinya benar. maksud benar disini adalah setiap ucapan Rasul sudah pasti bersifat benar. Baik wahyu yang diturunkan ke dunia, maupun tentang hal-hal yang menyangkut persoalan dunia dan ghaib, masa lalu maupun masa depan, sudah pasti bersifat benar. Allah SWT berfirman
“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.” (QS. Maryam:41)
Allah juga menyinggung kata Shiddiq di surat Maryam ayat 50 yang menjadi salah satu sifat wajib yang dimiliki Nabi dan Rasul. Allah SWT berfirman,
“Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia. (QS. Maryam:50)
Amanah
Sifat wajib Rasul selanjutnya adalah amanah (dapat dipercaya). Untuk menjaga kepercayaan tersebut, para Rasul senantiasa terpelihara dari dosa, sehingga sangat mustahil bagi mereka untuk berbuat khianat. Kewajiban menjaga amanah ini tertuang jelas dalam firman Allah:
“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS an-Nisa: 58)
Tabligh
Sifat wajib lainnya adalah sifat Tabligh yang artinya menyampaikan. sebagai pemimpin umat Muslim, seorang Rasul diperintahkan untuk menyampaikan wahyu yang telah diiterimanya kepada umatnya. Sebagai utusan Allah, seorang Rasul selalu menyampaikan wahyu secara utuh dan sempurna. Tidak ada satu huruf pun yang ditutupi atau dilewatkan, baik itu berupa kabar gembira, peringatan, ilmu pengetahuan, maupun aturan syariat. Allah SWT berfirman
“Wahai Rasul” Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS al-Maidah: 67).
Fathanah
Kemudian Sifat wajib lainnya adalah sifat Fathanah, yang berarti cerdas, pandai dan bijaksana. Sebagai utusan Allah, seorang Rasul harus mampu memberikan solusi setiap permasalahan dan persoalan yang dihadapi umatnya. Allah memberikan anugerah kepada Nabi dan Rasul ketika menyampaikan ajaran kepada umatnya. Tidak terkecuali tentang perdebatan dan argumentasi terhadap kaum yang menyinggung ajarannya. Allah SWT berfirman
“Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”(QS. Al-An’am: 83)
Allah SWT mengaruniakan kecerdasan kepada para Nabi dan Rasul agar mereka memiliki kemampuan untuk merangkul, menghadapi, hingga memerangi kaum yang ingkar. Melalui kecerdasan tersebut, mereka bertugas menuntun umat yang menyimpang untuk kembali ke jalan kebenaran yang diridai Allah SWT.









